Art Original
Evaluasi Pekerjaan Workover Perforasi Untuk Menganalisis Kerusakan Formasi Di Lapangan X
Kerusakan formasi merupakan salah satu penyebab terjadinya penurunan laju produksi pada suatu sumur, seperti pada lapangan X yang mengalami penurunan laju produksi yang mengalami kerusakan formasi. Kerusakan formasi disekitar lubang sumur mengakibatkan berkurangnya aliran hidrokarbon ke dalam sumur. Kerusakan formasi ini dapat diidentifikasikan dengan adanya perubahan permeabilitas yang semakin kecil, antara lain disebabkan oleh adanya aktivitas pemboran yaitu invansi filtrat lumpur dan padatan yang menyumbat pori-pori batuan yang mengakibatkan penurunan permabilitas. Permeabilitas yang semakin kecil menyebabkan terjadinya penurunan produksi. Dalam proses pekerjaan perforasi menggunakan bahan peledak berupa peluru untuk menembus dinding casing. Pada umumnya ketika kegiatan perforasi dilakukan akan terjadi kerusakan sumur yang ditandai dengan adanya skin. Untuk menentukan seberapa besar skin yang terjadi akibat pekerjaan perforasi dilapangan X maka pada penelitian ini diterapkan dengan metoda Yildiz. Hasil perhitungan skin total diperoleh berturut turut pada sumur JK-01-295 dan JK-64D-1 adalah 3,86 dan 3,30. Berdasarkan skin tersebut diperoleh produktivitas indeks (PI) yildiz berturut turut adalah 0,00280 bpd/psi dan 0,00152 bpd/psi serta harga laju produksi (Q) berturut turut adalah 1,41 bfpd, dan 0,77 bfpd. Dari perbandingan kedua parameter hasil perhitungan Q dan PI menggunakan metoda yildiz menghasilkan harga yang lebih besar dibandingkan harga dari aktualnya.
No other version available