Art Original
Penggunaan Kecerdasan Buatan (artificial Intelligence) Dalam Pembuatan Lagu Ditinjau Dari Hak Kekayaan Intelektual
Salah satu jenis ciptaan yang dilindungi lagu dan/atau musik dengan atau tanpa teks adalah sala satu karya/ciptaan yang dilindungi, hal tersebut terdapat jelas di dalam Pasal 40 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Algoritma pembelajaran mesin dalam menciptakan karya menjadi permasalahan dalam menilai orisinalitas terhadap karya lagu dan/atau musik yang dihasilkan artificial intelligence dalam lingkup hak cipta. Berdasarkan fenomena tersebut, pertama, penelitian ini bertujuan mengkaji dan menganalisis batasan suatu karya cipta lagu atau musik sehingga dapat dikatakan plagiat berdasarkan prinsip orisinalitas dalam ketentuan berne convention dan undang-undang no.28 tahun 2014 serta perlindungan terhadap karya lagu atau musik yang dihasilkan artificial inteliigenci. Penelitian ini termasuk dalam golongan penelitian yuridis normatif. Pendekatan yuridis normatif adalah penelitian hukum yang meletakkan hukum sebagai sebuah bangunan sistem norma mengenai penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam pembuatan lagu ditinjau dari hak kekayaan intelektual. Hasil penelitian, pertama, dalam Berne Convention batasan orisinalitas saat ini mengacu pada beberapa doktrin diantaranya The Sweet of The Blow Doctrine, The Modicum of Creativity Doctrin, serta Skill, Judgment, and Labour. Pada UUHC batasan orisinalitas didasarkan pada penciptaan yang dibuat secara mandiri (Independent creation) dalam pasal 1 angka 2 dan 3 serta bagian yang paling penting dan khas yang menjadi ciri dari ciptaan (Substansial Simillarity) dalam pasal 44 ayat (1). Terkait pengaturan hak cipta yang ada di Indonesia, perlu dilakukan perbaikan dalam memberikan kepastian perlindungan terhadap lagu dan/atau musik yang dihasilkan artificial intelligence serta data artificial Intelligence yang digunakan, kedua Perlindungan terhadap karya lagu atau musik yang dihasilkan Artificial Inteliigenci seyogyanya dalam membuat ukuran yang jelas dalam menentukan mekanisme penentuan bagian yang dianggap penting dari sebuah lagu dan/atau musik yang berkaitan dengan standar orisinalitas untuk kemudian dituangkan dalam peraturan perundang-undangan. Selain itu, instansi terkait sebaiknya melakukan rekonstruksi hukum untuk menjawab tantangan dan kebutuhan di era digital terhadap pemanfaatan Artificial Intelligence.
No other version available