Art Original
Prediksi Kebutuhan Dan Sebaran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (spklu) Di Kota Pekanbaru
Kota Pekanbaru menjadi salah satu kota dengan pertumbuhan kendaraan listrik yang tinggi yaitu sebesar 4,45% per tahun. Sebanyak 120 unit mobil listrik sudah beroperasi di kota Pekanbaru namun ketersediaan SPKLU hanya berjumlah 7 unit, artinya hanya ada 70 unit mobil listrik yang dapat dipenuhi kebutuhan dayanya jika mengacu pada rekomendasi yang diterbitkan dari International Energy Agency (IEA). Jumlah kendaraan listrik akan terus bertambah sesuai dengan target yang direncanakan pemerintah Indonesia yaitu sebesar 15 juta pada tahun 2030. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan bertujuan untuk memprediksi jumlah kendaraan listrik dan menghitung kebutuhan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di kota Pekanbaru pada tahun 2030. Dari segi kebijakan, peneliti melakukan analisis Stakeholder mapping untuk menidentifikasi peran dari setiap stakeholder. Penelitian ini menggunakan Koefisien Elastisitas untuk memproyeksikan jumlah kendaraan listrik pada tahun 2030. Untuk menghitung kebutuhan SPKLU Peneliti metode Antrian. Proses identifikasi sebaran SPKLU dilakukan dengan observasi SPKLU eksisting untuk mendapat peta sebaran SPKLU di kota Pekanbaru. Hasil penelitian menunjukan PLN dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Riau menjadi pihak yang berperan penting dalam penyediaan SPKLU di kota Pekanbaru. Pada tahun 2030 diproyeksikan jumlah mobil listrik sebanyak 1765 unit dan dibutuhkan SPKLU sebanyak 391 unit dengan rincian 290 berjenis Slow charging dan 101 berjenis fast charging. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat Bagi pemerintah daerah dalam mengembangkan SPKLU kedepan.
No other version available