Art Original
Analisis Perbandingan Pengaruh Ekstrak Kulit Rambutan Binjai, Rambutan Nona, Kulit Manggis Dan Edta 2 Na Terhadap Scale Pada Tubing
Scale terjadi karena adanya inkompatibilitas campuran fluida, perubahan tekanan, temperatur, serta pH. Umumnya terbentuk di sekitar perforasi, peralatan subsurface seperti pada tubing, dan pada peralatan produksi di surface seperti pada wellhead dan flowline, sehingga dapat mengakibatkan turunnya laju produksi karena aliran minyak dari formasi ke permukaan terhambat. Saat ini terdapat beberapa penelitian yang mengembangkan asam organic sebagai penanggulangan permasalahan scale. Penelitian ini akan menggunakan EDTA 2Na (ethylene diamine tetracetic acid) dan asam organik yang dilakukan yaitu ekstrak kulit rambutan binjai, rambutan nona dan kulit manggis. Hasil pengujian senyawa tanin pada ekstrak kulit rambutan binjai, rambutan nona dan kulit manggis menggunakan spektrofotometri uv-vis didapatkan 20,91% pada kulit rambutan binjai, pada rambutan nona 21,14% dan kulit manggis sebesar 21,58%. Penelitian ini membahas tentang perbandingan pengaruh ekstrak kulit rambut binjai, rambutan nona, kulit manggis dan EDTA 2Na (ethylene diamine tetracetic acid) menggunakan kadar konsentrasi 5 ml ,10 ml dan 15 ml dalam 20 ml aquadest dan variasi waktu perendaman 20 dan 60 menit. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diketahui asam organik ekstrak kulir rambutan binjai, rambutan nona dan kulit manggis berpengaruh terhadap pengurangan scale, dimana efisiensi reduksi paling bagus pada kulit manggis dengan konsentrasi 15 ml pada waktu 60 menit yaitu 0,132 gram dengan persentase reduksi 6,6% dan efisiensi reduksi menggunakan EDTA 2Na (ethylene diamine tetracetic acid) pada konsentrasi 15 ml dengan waktu 60 menit yaitu 0,176 gram dengan persentase teruduksi 8,8%.
No other version available