Art Original
Analisis Usahatani Dan Faktor Produksi Bawang Merah Di Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau
Analisis Usahatani dan Faktor Produksi Bawang Merah di Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri HuluProvinsi Riau. Penelitian ini dibimbing oleh Dr. Ir. H. Asrol, M.Ec dan Dr. Azharuddin M Amin, M.Sc Agrbisnis Bawang Merah di Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan karena didukung oleh keanekaragaman hayati, ketersediaan lahan pertanian, agroklimat atau iklim yang sesuai, ketersedian tenaga kerja, dan ketersedian pasar. Produksi bawang merah selama ini masih rendah dan menyebabkan ketidakseimbangan produksi dan permintaan bawang merah. Tujuan penelitian ini adalah 1) menganalisis karakteristik petani dan profil usahatani bawang merah, 2) menganalisis penyediaan sarana produksi bawang merah, 3) menganalisis ushatani bawang merah serta 4) faktor-faktor yang berpengaruh terhadap jumlah produksi bawang merah,. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian survey dengan jumlah sampel sebanyak 45 orang dengan multistage sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Umur petani produktif antara 46 tahun, tingkat pendidikan petani yaitu SMP dengan pengalaman usahatani yaitu 5 tahun, dengan jumlah anggota keluarga petani 4 jiwa. 2) Penyediaan sarana produksi bibit, obat-obatan dan peralatan sudah tepat, namun sarana produksi pupuk dalam segi harga dan jumlah belum tepat, 3) Usahatani yang dilakukan belum memenuhi SOP, rata-rata luas lahan petani 0,28 Ha, rata-rata, penggunaan pupuk masih dibawah dosis yang dianjurkan. Penggunaan tenaga kerja dominan berasal dari tenaga kerja dalam keluarga (TKDK). Pendapatan bersih petani sebesar Rp 18.014.871 Ha/MT. dengan Efisiensi RCR= 1,89 Ha/MT. RCR >1 yang berarti menguntungkan, yang berarti usahatani bawang merah di Kecamatan Seberida layak untuk dikembangkan. 4). Secara serempak variabel luas lahan, jumlah bibit, jumlah tenaga kerja, jumlah pupuk, jdan jumlah pestisida berpengaruh nyata terhadap produksi bawang merah dengan mampu menjelaskan sebesar 93,3%. Variabel bibit, tenaga kerja pupuk SP- 36 dan Pupuk KNO3 signifikan dan berpengaruh secara nyata terhadap produksi
No other version available