Art Original
Identifikasi Tingkat Kepatuhan Penggunaan Safety Belt Di Kota Bangkinang Kabupaten Kampar
Teknologi berperan sangat penting dalam perkembangannya dalam menghasilkan mobil yang bagus. Mobil yang bagus membantu pengemudi menghindari kecelakaan dan juga melindungi pengemudi dan penumpang jika terjadi kecelakaan. Agar pengemudi terhindar dari kecelakaan, mobil dilengkapi dengan perangkat keselamatan yaitu sabuk pengaman. Sabuk pengaman menopang penumpang kendaraan, menjaga mereka tetap berada di dalam mobil jika terjadi tabrakan dan mengurangi dampak tabrakan. Berdasarkan keterangan dari AKBP Rido Purba mengatakan bahwa rendahnya kepatuhan hukum dapat dilihat dari tingginya pelanggaran lalu lintas yang terjadi di Kabupaten Kampar yaitu 669 pelanggaran pada Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2022 Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kampar. Jenis pelanggaran tertinggi karena pengendara tidak menggunakan helm sebanyak 111 pelanggar, kemudian disusul pelanggaran tidak menggunakan sabuk keselamatan sebanyak 81 pelanggar, tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dengan jumlah 61 pelanggar, pelangaran marka dan rambu lalu lintas dengan jumlah 23 pelanggar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan penggunaan safety belt di Kota Bangkinang serta untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kepatuhan penggunaan safety belt di kota Bangkinang. Unit analisisnya adalah Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar. Responden yang dijadikan sampel sebanyak 100 masyarakat. Sampel diambil dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tingkat kepatuhan terhadap penggunaan safety belt terdapat bahwa nilai rata-rata 3,45 menunjukkan tingkat kepatuhan Sangat baik serta faktor penggunaan safety belt dipengaruhi oleh variabel internal dan eksternal yaitu pengetahuan, kemampuan, pengalaman, pengaruh sosial dan kondisi lingkungan.
No other version available