Text
Analisis Pengaruh Penambahan Cangkang Telur Terhadap Kuat Tekan, Porositas, Dan Permeabilitas Beton Porous Sebagai Material Penunjang Program Green Building
Pengaplikasian beton porous pada konstruksi masih jarang digunakan karena mempunyai kelemahan dari sisi kuat tekannya. Dengan kuat tekan standar 12 MPa dapat diaplikasikan sebagai area parkir, jalan dengan intensitas ringan, dan trotoar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan cangkang telur terhadap kuat tekan, porositas, permeabilitas dan diharapkan mencapai target Greenship New Building pada kategori konservasi air serta sumber dan siklus material. Metode penelitian ini dilaksanakan berdasarkan standarisasi dari SNI 7656-2012 dan ACI 522R-10 untuk pengujian kuat tekan, porositas dan permeabilitas terhadap beton porous. Benda uji berupa beton silinder berukuran 15 x 30 cm dengan variasi penambahan cangkang telur sebesar 0%, 1,5%, 3%, dan 4,5% terhadap berat semen sebanyak 36 sampel. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan tekan rata-rata beton porous pada umur 28 hari dengan total benda uji sebanyak 3 sampel untuk variasi 0%, 1,5%, 3%, dan 4,5% secara berturutturut adalah 12,2 MPa, 13,6 MPa, 16,5 MPa, dan 20,3 MPa masih memenuhi standart kuat tekan beton porous berdasarkan ACI 522R-10 dengan rentang nilai 2,8 MPa sampai 28 MPa. Hasil porositas rata-rata beton porous dengan total benda uji sebanyak 3 sampel untuk variasi 0%, 1,5%, 3%, dan 4,5% secara berturut-turut adalah 24,5%, 23,3%, 22,9%, dan 21,6%. Hasil permeabilitas rata-rata beton porous dengan total benda uji sebanyak 3 sampel untuk variasi 0%, 1,5%, 3%, dan 4,5% secara berturut-turut adalah 0,50 cm/det, 0,41 cm/det, 0,31 cm/det, dan 0,24 cm/det. Sehingga beton porous dengan tambahan cangkang telur pada penelitian ini menggunakan material ramah lingkungan yang sesuai dengan kategori pertama konversi air dan kategori kedua sumber dan siklus material pada penilaian Greenship New Building oleh GBCI.
No other version available