Art Original
Analisa Non-productive Time Dan Evaluasi Kinerja Pada Rig Well X Dan Rig Well Y Pada Operasi Pemboran
Industri minyak dan gas menghabiskan miliar dolar pada setiap kegiatan pemboran dilaksanakan. Performa dari tahapan operasi pengeboran yang baik diukur dari memiliki non-productive time (NPT) yang rendah. Pada penelitan ini dilakukan menggunakan diagram pareto untuk menganalisis setiap jenis NPT yang menjadi akar masalah utama selama kegiatan drilling, membandingkan faktor umur memiliki pengaruh signifikan terhadap NPT dan menganalisis kerugian ekonomi yang diakibatkan oleh NPT. Non-productive time (NPT) merupakan waktu dimana tidak terjadi operasi pemboran. Penelitian ini dilakukan dengan mengklasifikasikan jenis kegiatan mengidentifikasi dampak kontribusi paling besar, menghitung kinerja rig, menganalisa kerugian dan menentukan mitigasi berdasarkan analisa kegiatan yang termasuk dalam NPT pada kedua rig well. Hasil penelitian ini didapat rig well X klasifikasi uncontrolable 448 jam, repair rig 285 jam dan klasifikasi hole problem 5 jam. Pada rig well Y klasifikasi uncontrolable 657 jam, repair rig 121 jam dan hole problem 157 jam. Didapat kinerja rig well X 90% dan rig well Y, yang dimana rig well X masih dalam batas toleransi PHR yaitu 10%. hipotesis ditolak karena bahwa rig well Y memiliki NPT yang cukup tinggi sebesar 916 jam dibanding rig well X yang memiliki 730 jam karena ternyata umur tidak berpengaruh signifikan terhadap NPT. Kerugian pada rig well X sekitar 520 ribu dollar, dan pada rig well Y sekitar 418 ribu dollar. Mitigasi klasifikasi uncontrolable adalah Kontraktor rig melakukan inspeksi/checklist sebelum digunakan, menambahkan kerikil untuk akses jalan yang termasuk parah, penambahan matting board atau durabase disekitar wellpad, implementasi Soil stabilizer disekitar wellpad, penyusunan jadwal rencana kerja dengan melakukan perhitungan ataupun prediksi musim penghujan. Rig repair pada jenis permasalahan detail circulating sytem adalah monitoring dan pelaksanaan rig preventive maintenance, pemenuhan minimum critical dan consumable spare part, meningkatkan kompetensi crew dalam maintenance permasalahan rig. Hole problem adalah mempertahankan berat lumpur yang sesuai, kontrol drilling parameter optimasi rate of penetration (ROP), filter mud cake agar tidak terlalu tebal, penambahan additive wellbore strengtening
No other version available