Art Original
Analisis Kinerja Lalu Lintas Pada Ruas Jalan Semeru Akibat Bangkitan Dan Tarikan Perjalanan Smkn 1 Dan Sman 9 Kota Pekanbaru
Salah satu aktivitas yang sering menyebabkan permasalahan pada kelancaran lalu lintas adalah aktivitas sekolah. Aktivitas keluar masuknya kendaraan dari atau menuju sekolah akan membuat kondisi lalu lintas terganggu, dan menyebabkan tundaan waktu. Hal tersebut dapat dilihat langsung di SMKN 1 Pekanbaru, dan di SMAN 9 Pekanbaru yang terletak di Jalan Semeru, yang merupakan jalan lokal primer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model tarikan kendaraan di SMKN 1 dan SMAN 9 di Kota Pekanbaru, dan menganalisis kinerja ruas jalan agar menemukan solusi dari permasalahan lalu lintas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Manual Kapasitas Jalan Indonesia (1997), dan HCM 2000. Metode tersebut merupakan acuan yang digunakan dalam analisis kinerja ruas jalan seperti nilai arus, kapasitas, derajat kejenuhan, tingkat pelayanan ruas jalan, dan hubungan tingkat pelayanan ruas jalan dengan kecepatan kendaraan. Waktu penelitian dilakukan selama 4 hari untuk survei tarikan kendaraan, dan 5 hari untuk survei lalu lintas. Hasil dari uji asumsi klasik yaitu pada uji normalitas tidak berdistribusi normal, pada uji heteroskedastisitas tidak terjadi gejala heteroskedastisitas, dan pada uji autokorelasi tidak ada autokorelasi. Hasil analisis koefisien korelasi (r) adalah 0,164 artinya korelasi sangat rendah. Hasil analisis koefisien determinasi (R2) adalah 0,027 < 0,5 artinya kategori sangat rendah. Sehingga tidak dilakukannya analisis regresi linear pada penelitian ini. Untuk hasil dari analisis kinerja pada ruas Jalan Semeru nilai derajat kejenuhan pada jam puncak volume lalu lintas terjadi pada hari Senin pagi sebesar 0,27 dengan tingkat pelayanan B. Pada ruas Jalan Kinibalu nilai derajat kejenuhan pada jam puncak volume lalu lintas terjadi pada hari Senin pagi sebesar 0,41 dengan tingkat pelayanan B.
No other version available