Art Original
Collaborative Governance Dalam Pencegahan Penanggulangan Narkotika Di Kabupaten Kampar Provinsi Riau
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kolaborasi pemerintah dalam pencegahan penanggulangan narkotika di kabupaten Kampar. Penelitian ini menggunakan tipe kualitatif karena bersifat deskriptif dan sering menggunakan analisis. Focus penelitian berdasarkan pada teori BALOGH DKK yang melihat kolaborasi pemerintah terbagi menjadi 3 proses yaitu dinamika kolaborasi, tindakan-tindakan kolaborasi, dan dampak dan adaptasi pada proses kolaborasi. Adapun teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) dinamika dalam berkolaborasi pencegahan penanggulangan narkotika dikabupaten kampar dalam pengungkapan belum maksimal hal ini ditandai dengan program kerja ataupun kegiatan-kegiatan yang dilakukan kesbangpol dengan pihak terkait lainnya belum juga terlihat jelas seperti bekerjasama kesbangpol dengan BNK, Kesbangpol dengan Kepolisian, dan Kesbangpol dengn pihak Swasta serta Pusat Rehabilitasi narkoba yang ada. Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya MoU antara kesbangpol dengan lembaga tersebut. (2) untuk mewujudkan kolaborasi yang maksimal dengan pihak terkait lainnya perlu dilakukan komunikasi serta persamaan persepsi dalam hal melaksanakan tugas P4GN yang dituangkan dalam bentuk MoU ( memorandum of understanding) yang menjadi pedoman dalam melaksanakan program kedepan. (3) meskipun usaha yang sudah dilakukan kesbangpol belum maksimal akan tetapi dari sisi lain kelebihan upaya atau peran kesbangpol dalam melaksanakan fungsinya sebagai badan dalam urusan narkotika yang sudah dilakukan dan pelatihan itu berstandar internasional adapun pelatihannya adalah (a) UTC : universal Treatment Curiculum yang terdiri dari 8 kurikulum hal ini berguna untuk petugas narkotika yang langsung menangani pecandu (korban), (b) UPC : Universal Prevention Curiculum ini terdiri dari 3 kurikulum bidang pencegahan atas dua pelatihan ini kesbangpol mendapat penghargaan secara nasional hanya saja tindak lanjut hasil pelatihan itu yang perlu lebih di maksimalkan.
No other version available