Art Original
Pengaruh Penambahan Aditif Tepung Sagu Rumbia (metroxylon Sp) Terhadap Filtration Loss Dan Rheology Pada Sistem Low Solid Mud
Pada saat proses pemboran berlangsung banyak faktor-faktor yang menjadi penghambat, salah satunya adalah filtration loss atau kehilangan fasa cair lumpur pemboran. Kehilangan fasa cair yang terlalu besar berpengaruh buruk terhadap lumpur pemboran dan formasi, sehingga menyebabkan lumpur akan kehilangan banyak cairan dan formation damage. Selain itu, kehilangan fasa cair lumpur pemboran memilki resiko bahaya yang besar dan membutuhkan biaya yang tinggi dalam penanggulangannya. Terdapat beberapa jenis LCM (Lost Circulation Material) yang digunakan sebagai fliuid loss control, baik dari bahan sintetis ataupun bahan organik. Salah satu bahan yang sering digunakan secara komersial sebagai aditif LCM pada pemboran adalah carboxymethyl cellulose (CMC), namun aditif jenis ini harganya cukup mahal. Dalam penelitian ini digunakan pati/starch/tepung sagu rumbia (Metroxylon sp) sebagai aditif LCM organik yang mempunyai harga terjangkau dan ramah lingkungan. Tepung sagu rumbia ditambahkan ke lumpur pemboran guna mengurangi kehilangan fasa cair pada lumpur pemboran atau disebut juga sebagai fluid loss control. Untuk mengetahui kemampuan tepung sagu rumbia sebagai aditif LCM dalam mengatasi filtration loss maka dilakukan pengujian laboratorium dengan cara menentukan rheology lumpur pemboran seperti densitas, viscosity, plastic viscosity, gel strength, yield point, filtration loss dan mud cake. Pengujian menggunakan sampel lumpur low solid mud dan lumpur tersebut ditambahkan tepung sagu rumbia dengan konsentrasi masing-masing 2 gr, 4 gr, 6 gr, 8 gr dan 10 gr serta campuran air sebanyak 350 ml dan bentonite 22,5 gr. Dari hasil pengujian yang dilakukan, penambahan tepung sagu rumbia ke dalam lumpur pemboran memengaruhi nilai filtration loss dan rheology lumpur. Hasil terbaik didapat pada tepung sagu rumbia dengan konsentrasi massa 10 gr yang memperoleh nilai filtration loss 12 ml, mud cake 1,2 mm, densitas 8,68 ppg, marsh funnel viscosity 59,84 s/quart, plastic viscosity 26 cp, apparent viscosity 34 cp, yield point 16 lb/100 ft2 dan gel strength 0,75 lb/100 ft2. Artinya, penambahan aditif tepung sagu rumbia pada lumpur pemboran dapat dikatakan efektif sebagai LCM yang berguna untuk mencegah terjadinya filtration loss.
No other version available