Art Original
Pengaruh Variasi Air Rendaman Terhadap Kuat Tekan Beton Pada Penggunaan Semen Opc (ordinary Portland Cement)
Pada umumnya jenis semen di Indonesia ada semen PCC (Portland Composite Cement) dan OPC (Ordinary Portland Cement), dimana kandungan kapur pada semen OPC (Ordinary Portland Cement) lebih banyak dibandingkan pada semen PCC (Portland Composite Cement). Semen OPC (Ordinary Portland Cement) sendiri memiliki keunggulan cepat kering dan dapat digunakan untuk semua mutu beton yang memiliki kemampuan kerja tinggi. Karena beton sering berada di lingkungan seperti air laut, air tanah, dan kawasan industri yang banyak mengandung sulfat, beton rentan terhadap serangan sulfat, yang dapat mengurangi daya tahan beton. Serangan sulfat dapat menyebabkan material penyusunnya hancur karena sulfat yang terkontaminasi limbah beberapa bahan kimia yang merusak beton. Pada penelitian ini digunakan air normal (air sumur) sebagai pencampur dalam pembuatan beton, dalam perendaman benda uji menggunakan beberapa jenis variasi air yaitu air laut, air gambut, air sungai, air hujan, dan air kelapa. Benda uji berbentuk silinder dengan ukuran (150 mm x 300 mm) berjumlah 18 sampel, perawatan dan uji kuat tekan benda uji dilakukan umur 28 hari. Analisis kuat tekan beton dilakukan dengan metode pada SNI 7656:2012. Berdasarkan penelitian didapat hasil perbandingan nilai kuat tekan beton dengan berbagai jenis air rendaman. Dari keseluruhan pengujian beton diperoleh kuat tekan beton air normal sebesar 27, 65 Mpa, kuat tekan beton air laut sebesar 23,40 Mpa, kuat tekan beton air gambut sebesar 20,10, kuat tekan beton air sungai sebesar 25,10 Mpa, kuat tekan beton air hujan sebesar 22,27 Mpa, kuat tekan beton air kelapa sebesar 23,97 Mpa. Dari hasil pengujian diketahui bahwa nilai kuat tekan beton pada berbagai jenis air rendaman akan mengalami penurunan mutu dari beton yang direndam dengan air normal, hal tersebut dipengaruhi oleh pH yang terdapat dalam setiap jenis air rendaman. Perbandingan nilai kuat tekan rata-rata beton pada grafik, bahwa pada setiap jenis air rendaman memiliki nilai kuat tekan beton yang berfariasi. Didapat hasil pengujian kuat tekan yang mencapai mutu beton rencana 25 Mpa yaitu dengan pengujian rendaman air sungai dengan kuat tekan rata-rata 25,10 Mpa. Nilai terendah dalam pengujian kuat tekan terdapat pada rendaman air gambut dengan kuat tekan rata-rata 20,10 Mpa. Artinya pada perawatan beton dengan berbagai jenis air rendaman, pH air normal lah yang dapat digunakan dan cocok pada perawatan beton, jadi pada pH tersebut tidak bisa terlalu asam dan tidak pula terlalu basah. Pada perawatan untuk beton tidak disarankan menggunakan air dengan pH yang terlalu tinggi ataupun rendah. Kata kunci : variasi air, semen OPC, kuat tekan, fc'25, rendaman beton
No other version available