Art Original
Analisis Stabilisasi Semen Komposit Dengan Tanah Tempatan Bukit Pelintung Dumai Menggunakan Bahan Aditif (difa Stabilizer) Studi Kasus Oprit Jembatan Jalan Lintas Dumai – Pakning
Tanah Bukit Pelintung Dumai sebagai raw material sering digunakan sebagai perbaikan tanah dasar (subgrade) di berbagai wilayah kota Dumai dan juga wilayah kabupaten Bengkalis. Stabilisasi tanah dengan menggunakan semen (soil cement stabilizer) sudah sering diaplikasikan dalam pekerjaan perbaikan tanah dasar di proyek pembangunan jalan maupun oprit jembatan, namun capaian daya dukung yang masih belum maksimal dan penggerusan/abrasi di oprit jembatan sering terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan membandingkan nilai CBR soil cement dengan raw material yang berasal dari Bukit Pelintung Kota Dumai menggunakan semen PCC dan OPC dengan penambahan beberapa variasi persentase DIFA soil stabilizer. Metode penelitian ini adalah dengan melakukaan eksperimen di laboratorium. Dengan material yang digunakan adalah tanah yang berasal dari Bukit Pelintung. Pada penelitian ini di ambil sampel tanah sebanyak tiga sampel tanah dari lokasi yang sama. Tanah yang digunakan untuk penelitian ini tergolong sebagai tanah lempung berpasir dengan plastisitas rendah. Persentase semen yang digunakan dalam penelitian ini adalah 12% terhdap jumlah tanah, sementara untuk persentase jumlah soil stabilizer yang digunakan adalah 0,8%, 1,0% dan 1,2% terhadap pemakaian jumlah semen. Uji CBR laboratorium dilakukan dengan mengacu pada metode uji CBR laboratorium yang tertuang dalam SNI 1744:2012.Selanjutnya hasil uji CBR tersebut dianalisis dan ditarik kesimpulannya. Hasil penelitian ini didapatkan sebelum dilakukan penambahan semen dan soil stabilizer, tanah dari Bukit Pelintung Kota Dumai memiliki nilai CBR 18,38% (Tanah Asli), setelah dilakukan penambahan semen dan soil stabilizer nilai CBR meningkat hingga 232,58% pada campuran optimum 12% OPC + 1,2% DIFA soil stabilizer. Perbandingan nilai CBR tanah yang distabilisasikan dengan semen komposit dan semen OPC, dapat diketahui bahwa penggunaan semen OPC memberikan peningkatan nilai CBR yang lebih tinggi dibandingkan penggunaan semen PCC.Dengan nilai CBR yang didapatkan, lapisan tanah dengan campuran semen dan penambahan DIFA soil stabilizer dapat digunakan sebagai lapis pondasi bawah (LPB). Kata Kunci: OPC, PCC, Soil Cement, Soil Stabilizer, Stabilisasi
No other version available