Art Original
Identifikasi Kelayakan Reaktivasi Sumur Dengan Diagnostic Plot Dan Decline Curve Analysis Dalam Upaya Peningkatan Produksi Minyak Pada Lapangan X
Lapangan X memiliki Original Oil in Place (OOIP) sebesar 60.16 MMSTB dengan Recovery Factor yang tercapai sekitar 25,12% yang mana pada Lapangan X terdapat banyak sumur yang tidak berproduksi. Salah satu optimasi untuk meningkatkan produksi minyak pada lapangan ini adalah dengan mengaktifkan kembali sumur-sumur mati yang masih berpotensi. Sumur N1, N2, dan N3 menjadi objek penelitian untuk dianalisis apakah memiliki potensi untuk dilakukan reaktivasi. Kelayakan sumur untuk direaktivasi ditentukan berdasarkan besarnya cadangan yang masih tersisa. Perhitungan cadangan dilakukan dengan penerapan metode decline curve analysis. Selain itu penting juga untuk diketahui apa masalah yang terjadi pada sumur yang tidak berproduksi. Metode yang digunakan adalah chan’s diagnostic plot untuk mengetahui apakah sumur mengalami water coning atau channeling. Dari hasil analisis menggunakan chan’s diagnostic plot didapat bahwa sumur N1 terindikasi mengalami masalah channeling sedangkan sumur N2 dan N3 mengalami masalah yang sama yaitu water coning. Selanjutnya setelah dilakukan perhitungan menggunakan metode decline curve analysis ketiga sumur layak untuk diproduksikan kembali dengan perolehan remaining reserve sumur N1 sebesar 3.40 MSTB, sumur N2 sebesar 11.10 MSTB, dan sumur N3 sebesar 11.04 MSTB. Kata kunci: reaktivasi, decline curve analysis, chan’s diagnostic plot
No other version available