Art Original
Analisis Manajemen Waktu Pada Proyek Pelebaran Lajur Jalan Akses Siak Iv (pekanbaru) Menggunakan Metode Pert Dan Tcto
Hal yang sering ditemukan saat pelaksanaan proyek konstruksi yaitu terjadinya ketiHal yang sering ditemukan saat pelaksanaan proyek konstruksi yaitu terjadinya ketidaksesuaian antara jadwal rencana dan realisasi di lapangan yang dapat mengakibatkan pertambahan waktu pelaksanaan dan pembengkakan biaya pelaksanaaan sehingga penyelesaian proyek menjadi terhambat. Sehingga dilakukan percepatan waktu dengan menggunakan metode PERT dan TCTO Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui nilai peluang atau probabilitas pekerjaan yang berada pada lintasan kritis dengan menggunakan metode PERT dan untuk mengetahui crash duration dan crash cost yang di dapat dengan penambahan jam kerja yakni 1 jam dan 3 jam kerja dengan menggunakan metode TCTO. Sehingga di dapat perbandingan waktu awal proyek yang berada pada lintasan kritis dengan metode PERT dan TCTO. Hasil dari penelitian ini didapat bahwa probabilitas atau peluang yang di dapat pada kegiatan yang berada pada lintasan krtis dengan menggunakan metode PERT yaitu sebesar 50,13%. Dan untuk penggunaan metode TCTO didapat percepatan waktu dengan penambahan 1 jam kerja yaitu selama 194 hari dan untuk 3 jam kerja yaitu selama 178 hari. Dengan penambahan biaya 1 jam kerja sebesar Rp.410.843.294 atau 4% dan untuk 3 jam kerja sebesar Rp.1.121.263.089 atau 11% dari biaya normal Kata kunci: PERT, TCTO, Manajemen Waktu, Percepatan Waktu, Penambahan Biaya, Lintasan Kritisdaksesuaian antara jadwal rencana dan realisasi di lapangan yang dapat mengakibatkan pertambahan waktu pelaksanaan dan pembengkakan biaya pelaksanaaan sehingga penyelesaian proyek menjadi terhambat. Sehingga dilakukan percepatan waktu dengan menggunakan metode PERT dan TCTO Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui nilai peluang atau probabilitas pekerjaan yang berada pada lintasan kritis dengan menggunakan metode PERT dan untuk mengetahui crash duration dan crash cost yang di dapat dengan penambahan jam kerja yakni 1 jam dan 3 jam kerja dengan menggunakan metode TCTO. Sehingga di dapat perbandingan waktu awal proyek yang berada pada lintasan kritis dengan metode PERT dan TCTO. Hasil dari penelitian ini didapat bahwa probabilitas atau peluang yang di dapat pada kegiatan yang berada pada lintasan krtis dengan menggunakan metode PERT yaitu sebesar 50,13%. Dan untuk penggunaan metode TCTO didapat percepatan waktu dengan penambahan 1 jam kerja yaitu selama 194 hari dan untuk 3 jam kerja yaitu selama 178 hari. Dengan penambahan biaya 1 jam kerja sebesar Rp.410.843.294 atau 4% dan untuk 3 jam kerja sebesar Rp.1.121.263.089 atau 11% dari biaya normal
No other version available