Art Original
Analisis Pemasaran Cabai Merah Keriting Di Desa Gabung Makmur Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak Provinsi Riau
Analisis Pemasaran Tanaman Cabai Merah Keriting di Desa Gabung Makmur Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak Provinsi Riau dibawah bimbingan bapak Dr. Ir. Ujang Paman Ismail, M. Agr. Cabai merah keriting merupakan salah satu komoditas hortikultura penting dalam menu pangan masyarakat Indonesia. Cabai merah keriting umumnya digunakan sebagai bumbu masakan, obat obatan, kosmetik, zat pewarna dan juga bahan industri. Masyarakat Indonesia khususnya Pulau Sumatera memiliki kebiasaan dan kesukaan mengonsumsi makanan yang pedas dan olahan berbahan baku cabai merah keriting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Karakteristik petani, pedagang pengumpul, dan pedagang pengecer, (2) Saluran pemasaran, lembaga pemasaran dan fungsi pemasaran (3) Biaya pemasaran, margin pemasaran, keuntungan pemasaran, farmer’s share, dan efisiensi pemasaran. Penelitian ini menggunakan metode survey yang dilakukan di desa Gabung Makmur Kecamatan Kerinci Kanan mulai dari bulan Maret 2022 sampai September 2022. Hasil penelitian menunjukkan (1) Rata-rata umur petani 45,58 tahun, tingkat pendidikan petani SMP, lama pengalaman berusahatani 13,58 tahun, dan rata-rata jumlah tanggungan keluarga petani adalah 3 jiwa. Sedangkan untuk rata-rata umur pedagang pengumpul 36,5 tahun, tingkat pendidikan rata-rata SMA, lama pengalaman berusaha 11,5 tahun, dan rata-rata jumlah tanggungan keluarga 4 jiwa. Terakhir untuk rata-rata umur pedagang pengecer yaitu 44,5 tahun, tingkat pendidikan SMP, pengalaman berusaha 12,1 tahun, dan jumlah tanggungan keluarga 3 jiwa. (2) Lembaga pemasaran yang dalam pemasaran cabai adalah petani sebagai produsen Cabai, pedagang pengumpul, pedagang pengecer dan konsumen. Keempat lemabaga pemasaran melakukan seluruh fungsi pemasaran kecuali konsumen hanya melakukan fungsi pembelian. Pemasaran cabai terdiri dari 2 saluran pemasaran. Saluran I: Petani – Pedagang Pengumpul – Pedagang Pengecer – konsumen. Saluran II: Petani – Pedagang Pengecer – Konsumen. (3) Biaya pemasaran saluran I adalah Rp. 4.584/kg, dengan margin Rp. 25.357, total keuntungan Rp. 20.773/Kg, farmer’s share 61,20% dan efisiensi pemasaran 7,015%. Biaya pemasaran saluran II yaitu Rp. 2.417/Kg, dengan margin Rp. 13.500 total keuntungan Rp. 11.083/Kg, Farmer’s Share 78,74% dan efisiensi pemasaran 3,806%. Kata Kunci: Pemasaran, Cabai Merah, Margin, Keuntungan, Farmer’s Share, Efisiensi
No other version available