Art Original
Pola Adaptasi Masyarakat Terhadap Bencana Banjir Di Kelurahan Langgam Kabupaten Pelalawan
Banjir merupakan bencana alam yang terjadi di kawasan yang banyak dialiri oleh aliran sungai. Banjir yang terjadi di Kelurahan Langgam disebabkan oleh berkurangnya kapasitas saluran akibat sedimentasi, hilangnya tampungan banjir alamiah berupa rawa-rawa akibat turunnya muka tanah. Pentingnya pola adaptasi merupakan suatu cara bentuk penyesuaian diri yang dilakukan secara spontan atau terencana dalam menghadapi bencana banjir. Penelitian ini bertujuan untuk, Mengidentifikasi Pola Adaptasi Masyarakat Terhadap Bencana Banjir. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif dengan metode deskriptif kualitatif. mendeskripsikan pola adaptasi dan Karakteristik masyarakat, sumber data observasi, wawancara, kuesioner dan data sekunder, dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Masyarakat Kelurahan Langgam pada umumnya bekerja sebagai honorer dan petani, sebagian besar berpendidikan akhir lulusan SMP, dengan mayoritas pendapatan Rp 2.000.000,- Rp 2.999.999,-. Berdasarkan observasi masyarakat menunjukkan bahwa terdapat 3 RW yang terkena banjir akibat curah hujan tinggi meluapnya air sungai, pola adaptasi fisik yang dilakukan RW 01 dan RW 02 yaitu meninggikan lantai rumah, karena lokasi berada di tepian sungai Kampar, sedangkan RW 03 melakukan adaptasi fisik membuat saluran pembuangan air. Sedangkan adaptasi non fisik, di RW 01, RW 02, dan RW 03 dengan cara meminimalkan kegiatan rutin warga sehari-hari, masyarakat lebih berfokus kepada penanganan banjir dengan melakukan pencegahan agar air tidak masuk kedalam rumah warga sehingga barang-barang berharga milik warga serta struktur lantai rumah menjadi tidak rusak.
No other version available