Art Original
Analisis Penambahan Additive Cmc Dari Kulit Durian Terhadap Filtration Loss Dan Rheology Semen Pemboran
Semen merupakan parameter penting dalam proses pengeboran migas. Kegagalan dalam proses penyemenan dapat menyebabkan penggunaan waktu dan materi yang tidak efisien. Komposisi dan sifat fisik semen yang digunakan harus sesuai dengan karakteristik formasi yang menjadi target penyemenan. Salah satu hal yang harus diperhatikan semen tidak boleh kekuarangan filtrat(cairan) terlalu banyak. Penambahan additif pada semen pemboran diperlukan untuk menjaga agar suspensi semen tidak kekurangan air. Kulit durian memiliki struktur kulit yang keras dan berserat yang berpotensi diolah menjadi CMC. Kulit durian mengandung selulosa sekitar 40% - 60%. Karboksimetil selulosa (CMC) merupakan turunan selulosa yang bersifat anionik, berwarna putih hingga kekuningan, tidak berbau, tidak berasa, tidak beracun, bersifat biodegradable dan higroskopis. Pada penelitian ini akan dilakukan uji laboratorium untuk melihat pengaruh CMC kulit durian terhadap filtration loss dan rheology semen pemboran. Didapatkan hasil akhir dari filtration loss CMC Kulit Durian berat 8 gr didapat hasil 75 ml dan nilai akhir pada 8 gr didapatkan plastic viscosity 9 dan yield point 82.
No other version available