Art Original
Sistem Agribisnis Salak Sidempuan Di Kecamatan Padang Sidempuan Hutaimbaru Kota Padang Sidempuan Provinsi Sumatera Utara
Sistem Agribisnis Salak Sidempuan di Kecamatan Padang Sidempuan Hutaimbaru Kota Padang Sidempuan Provinsi Sumatera Utara. Pembimbing Ibu Hj. Sri Ayu Kurniati, SP., M.Si Permasalahan petani salak Sidempuan dalam pengadaan input sarana produksi adalah sulitnya mendapatkan bibit unggul, karena jumlah yang terbatas, sehingga petani hanya menggunakan bibit dengan kualitas standar yang dibeli di toko pertanian yang mahal dan juga mengusahakan bibit sendiri dari pohon salak yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1). Karakteristik petani dan profil usaha salak Sidempuan. 2). Penyediaan input sarana produksi. 3). Usahatani. 4). Pengolahan salak Sidempuan. 5). Pemasaran. 6). Jasa penunjang. Metode penelitian adalah metode survei di Kecamatan Padang Sidempuan Hutaimbaru Kota Padang Sidempuan Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini dilaksanakan selama enam bulan dimulai dari Januari sampai Juni 2022. Sampel penelitian ini adalah petani, pedagang pengumpul, pengusaha agroindustri dan penyuluh yang berjumlah 31 sampel. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Petani berada pada kategori umur produktif, pendidikan 12 tahun/SMA, sebagian besar sudah berpengalaman serta jumlah tanggungan keluarga yang relatif kecil. Rata-rata luas lahan adalah 2 ha, status kepemilikan lahan milik pribadi, modal usaha pribadi serta tenaga kerjanya berasal dari dalam keluarga. 2) Tersedianya sarana produksi seperti pupuk, pestisida dan alat- alat pertanian yang dibeli dari pasar maupun kios pertanian yang berada di daerah penelitian. Penyediaan sarana produksi usahatani salak sidempuan memenuhi syarat ketepatan kecuali dari segi harga bibit yang mahal. 3) Teknologi budidaya yang masih tradisional, produksi sebesar Rp 5.096 rata-rata biaya produksi sebesar Rp 11.460.104/ha/tahun, pendapatan kotor rata-rata sebesar Rp 50.962.963/ha/tahun, pendapatan bersih Rp 39.502.859/ha/tahun dan efisiensi sebesar 1,32. 4) Pengolahan salak Sidempuan menjadi dodol salak dengan teknologi produksi masih sederhana, proses produksi selama ±8,5 jam meliputi pembersihan, pencucian, pengirisan, perebusan (pengukusan), penghalusan, pemasakan, pencetakan dan pengemasan. Total biaya sebesar Rp 3.427.780,- per proses produksi. Rata-rata produksi sebanyak 90 Kg dodol per proses produksi diperoleh dari 25 kg salak. Total pendapatan bersih sebesar Rp. 622.220 per proses produksi dan serta nilai tambah Rp 48.860/kotak. 5) Pemasaran hanya 1 saluran yaitu dari petani ke pedagang pengumpul lalu ke pengusaha agroindustri kemudian pedagang dodol dan konsumen. 6) Jasa penunjang meliputi infrastruktur jalan, penyuluh dan kelembagaan keuangan.
No other version available