Art Original
Studi Laboratorium Dampak Penambahan Aditif Cmc Biji Asam Jawa Terhadap Nilai Compressive Strength, Thickening Time Dan Filtration Loss Pada Semen Pemboran
Proses penyemenan sangat penting dalam operasi pemboran minyak dan gas bumi, kualitas semen yang dibutuhkan dalam operasi penyemenan harus kuat dan kokoh agar casing tidak runtuh akibat tekanan dari dinding formasi. Salah satu masalah utama yang sering terjadi pada saat penyemenan yaitu compresive strength, thickening time dan filtration loss. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan menggunakan aditif CMC, karena CMC dapat meningkatkan compressive strength, mempercepat/memperlambat thickening time, dan mengurangi filtration loss penelitian ini menggunakan aditif CMC yang berasal dari limbah pertanian yaitu biji asam jawa dikarenakan harganya lebih terjangkau dan juga ramah lingkungan, biji asam jawa memiliki kandungan selulosa sehingga dapat digunakan sebagai bahan pembuatan CMC. Kemudian CMC dari biji asam jawa tersebut di tambahkan kedalam bubur semen melalui Analisa di laboratorium dengan kosentrasi sebesar 2, 4, 6, dan 8 gram. Hasil dari pengujian tersebut didapatkan nilai compressive strength yang paling tinggi pada konsentrasi 8 gram menggunakan CMC Biji Asam Jawa 1783.74 Psi, CMC Industri 1686.65 Psi, untuk nilai thickening time didapatkan hasil CMC Biji Asam Jawa 136 menit, CMC Industri 143 menit, sedangkan nilai filtration loss paling rendah yang mana pada penambahan CMC Industri 58.206 ml/menit, CMC Biji Asam Jawa 70.013 ml/menit.
No other version available