Art Original
Kontribusi Penanaman Modal Bidang Perkebunan Sawit Terhadap Pemerintah Dan Masyarakat Tempatan Di Kabupaten Kampar Riau
Penanaman modal dalam sektor perkebunan sawit telah menjadi salah satu faktor penting dalam pembangunan ekonomi di Kabupaten (Kab) Kampar, Riau. Propinsi Riau memiliki kebun sawit terluas di Indonesia, hampir 3.4 juta ha. Namun dengan kebun sawit terluas lantas tidak menjadikan provinsi Riau sejahtera, makmur dan berkedaulatan pangan. Bahkan sebaliknya, tingkat kesejahteraan rendah pada enam dari tujuh kabupaten dengan luas perkebunan sawit terbesar di Riau. Penulisan ini menggabungkan perspektif hukum dan sosial ekonomi, menggabungkan pendekatan yuridis normatif dan pengumpulan data empiris. Penulis memilih jenis penelitian hukum ini karena Penulis melihat adanya kesenjangan antara aturan hukum yang dikehendaki (Das Sollen) dengan realita yang terjadi (Das Sein) di Kab. Kampar, Riau. Analisis Gap pada Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara harapan dengan kenyataan di Kab.Kampar, yang menjadi indikator adalah kesejateraan dan kemiskinan. Rumusan masalah yaitu Bagaimana kontribusi Perusahaan Perkebunan Sawit terhadap pemerintah dan masyarakat tempatan di Kab. Kampar Riau dan Bagaimana hambatan dalam pelaksanaan kontribusi tersebut oleh Perusahaan Perkebunan Sawit terhadap pemerintah dan masyarakat tempatan di Kab. Kampar Riau. Disertasi ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi penanaman modal dalam bidang perkebunan sawit terhadap pemerintah dan masyarakat tempatan di Kab. Kampar, Riau dan hambatan dalam pelaksanaannya. Hasil Disertasi menunjukkan bahwa (1) Kontribusi penanaman modal dalam bidang perkebunan sawit terhadap pemerintah dan masyarakat tempatan di Kabupaten Kampar, Riau, memiliki kontribusi cukup besar sejak beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan PDRB Kab. Kampar Riau yang cenderung meningkat setiap tahun, hasil analisis dengan Tipilogi Klassen menyimpulkan bahwa sektor pertanian sub sektor perkebunan Kab. Kampar Riau berada pada kuadran pertama yang berarti sektor pertanian adalah sektor yang maju pesat. Walaupun sektor pertanian menjadi sektor yang paling berkontribusi terhadap PDRB Kab. Kampar Riau dengan menyumbangkan sebesar 31.45 % dari total PDRB tahun 2019, namun ironisnya penelitian 3 tahun terakhir, Jumlah Penduduk Miskin Menurut Kab/Kota Tahun 2021-2023, Kampar menduduki peringkat ke-2 termiskin dari 12 Kabupaten di Propinsi Riau setelah Rokan Hulu. Hal ini disebabkan karena UU terkait belum terimplementasi nyata dan masih kurang mencapai tujuannya, yaitu keadilan dan kepastian hukum (2) Hambatan dalam pelaksanaan kontribusi tersebut adalah yakni: Penerimaan negara belum optimal. Sengketa Lahan Perkebunan Sawit, Ketidakstabilan Harga (Nilai Jual) Kelapa Sawit, Sarana Prasarana, Penciptaan Lapangan Kerja yang Terbatas, Tantangan Lingkungan.
No other version available