Art Original
Analisis Pengaruh Konsentrasi Surfaktan X Dan Y Terhadap Perubahan Contact Angle Pada Berea Core Menggunakan Sampel Fluida Formasi Lapangan L
Lapangan L mengalami penurunan produksi hal ini disebabkan kondisi sumur yang sudah tua dan water cut yang tinggi (>90%). Selain itu tipe batuan lapangan L adalah sandstone, reservoir sandstone cenderung oil wet. Salah satu upaya yang akan dilakukan untuk menanggulangi turunnya produksi minyak bumi telah dikembangkan menggunakan teknologi pengurasan tahap lanjut yaitu EOR (Enhanced Oil Recovery). Salah satu dari beberapa teknologi EOR, yang cocok yaitu dengan Chemical Flooding (injeksi kimia) dengan menggunakan surfaktan. Surfaktan penting dalam meningkatkan produksi minyak dengan cara menurunkan tegangan antar muka (IFT) dan mengubah wettabilitas. Penggunaan surfaktan ini menjadi upaya yang baik untuk dilakukan karena dapat mengubah matriks berpori yang awalnya oil wet menjadi water wet. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi surfaktan X dan Y untuk mengubah wettabilitas pada berea core melalui pengujian sudut kontak. Pada penelitian ini ada empat konsentrasi yang digunakan yaitu 0,05%, 0,1%,0,2% dan 0,3%. Hasil uji sudut kontak yang didapatkan pada surfaktan X, konsentrasi (0,05%, 0,1%, 0,2%, 0,3%) setelah 14 hari pengamatan yaitu (70.37°, 89.77°, 82.31°, 26.73°). Sedangkan nilai sudut kontak yang didapatkan pada surfaktan Y konsentrasi (0,05%, 0,1%, 0,2%, 0,3%) yaitu (89,7°, 77.56°, 56.03°, 26.5°). Dari penelitian menunjukkan bahwa surfaktan Y lebih baik dalam mengubah wettabilitas batuan sandstone dibandingkan dengan surfaktan X selain itu konsentrasi sangat berpengaruh dalam mengubah wettabilitas batuan dimana semakin tinggi konsentrasi dari surfaktan yang digunakan maka semakin water wet batuannya. Hal itu terjadi karena jumlah surfaktan yang meningkat pada suatu larutan akan menambah keefektifan kinerjanya dalam merubah wettabilitas batuan dari oil wet menjadi water wet. Pada penelitian ini bisa disimpulkan bahwa konsentrasi surfaktan pada 0,3% lebih baik kinerjanya dalam mengubah wettabilitas batuan berea core menjadi water wet dibandingkan dengan konsentrasi 0,2%, 0,1%, dan 0,05%.
No other version available