Art Original
Pengaruh Penambahan Additive Cmc Dari Serbuk Kayu Terap (cempedak) Terhadap Filtration Loss Dan Thickening Time Pada Semen Pemboran
Semen pemboran merupakan suatu faktor yang sangat penting pada saat proses pengeboran migas. Berhasil atau tidaknya suatu proses pengeboran tergantung dari semen pemboran yang sesuai. Maka dari itu semen pemboran harus memiliki sifat dan kemampuan yang sesuai dengan karakteristik yang diinginkan. Kayu terap memiliki kandungan selulosa yaitu 57,51%, hal ini mebuat serbuk kayu terap berpotensi untuk digunakan sebagai bahan baku pembutan carboxymethyl cellulose (CMC). Karboksimetil selulosa merupakan senyawa turunan selulosa yang bersifat biodegradable, tidak berwarna, tidak berbau, tidak beracun, butiran atau bubuk yang larut dalam air. Setelah itu dilakukan pengujian filtration loss dan thickening time pada semen pemboran dengan konsentrasi 0%, 0.5%, 1%, 1.5%, dan 2%. Dari pengujian filtration loss dengan additive CMC serbuk kayu terap, hasil yang dikatakan layak yaitu pada konsentrasi 1.5% yaitu 243.17 ml dan 2% yaitu 231,12 ml. Pada pengujian thickening time data yang didapat dari additive CMC serbuk kayu terap pada temperature 80? dengan konsentrasi 0.5% 100 menit, 1% 113.62 menit, 1.5% 121.95 menit dan 2% 128.20 menit. Dilihat dari hasil yang telah didapat bahwa setiap penambahan konsentrasi menunjukkan setiap additive CMC dapat memperlambat proses pengerasan suspensi semen.
No other version available