Art Original
Treatment Air Formasi Dengan Menerapkan Bonggol Jagung Sebagai Biomassa Karbon Aktif Untuk Injeksi Air Formasi
Air formasi yang ikut terproduksi dari dalam reservoir saat produksi migas berlangsung, sebaiknya diolah terlebih dahulu sebelum diinjeksikan kembali kedalam reservoir. Apabila air formasi yang terproduksi tidak diolah terlebih dahulu sebelum diinjeksikan kedalam sumur injeksi maka akan menyebabkan permasalahan pada sumur injeksi salah satunya dapat menyebabkan terbentuknya korosi dan scale, karena air formasi yang belum diolah masih mengandung unsur senyawa ion. Dengan menerapkan pengolahan yang tepat maka air formasi terproduksi dapat dimanfaatkan kembali dengan baik. Salah satu metode yang dapat diterapkan untuk mengolah air formasi yaitu dengan menggunakan biomassa bonggol jagung sebagai karbon aktif. Pembuatan karbon aktif berbahan dasar bonggol jagung dilakukan dengan 3 tahapan yaitu proses dehidrasi, proses karbonisasi dilakukan menggunakan alat furnace dengan temperature 600 ?C selama 1 jam, dan proses aktivasi menggunakan konsentrasi NaOH 40% dan NaOH 60%. Pengujian kemampuan karbon aktif bonggol jagung dalam proses treatment air formasi dilakukan dengan cara perendaman karbon aktif tersebut kedalam sampel air formasi dengan perbandingan 1:100 selama 16 jam dan 24 jam. Adapun metode pada pengujian kemampuan karbon aktif bonggol jagung dalam proses treatment air formasi adalah menentukan pH air formasi menggunakan pH meter, konduktivitas air formasi menggunakan conductometry, ion Ca, Mg, CO3, HCO3, Fe menggunakan metode AAS (Atomic Absorption Spectrophotometery), SO4 menggunakan metode spectrophotometry , tingkat kekeruhan air menggunakan turbiditymetry, Salinitas menggunakan Salinitas Meter dan Natrium menggunakan Natrium Meter.
No other version available