Art Original
Analisis Pengaruh Penambahan Ekstrak Kulit Buah Manggis Sebagai Inhibitor Korosi Pada Pipa Baja Dalam Larutan Hcl
Korosi merupakan masalah yang sering terjadi pada media logam termasuk pada industri migas yang menggunakan berbagai macam logam seperti besi dan baja. Salah satu cara untuk memperlambat laju korosi adalah dengan menggunakan corrosion inhibitor. Salah satu kandungan dari ekstrak kulit manggis yang dapat digunakan menjadi inhibitor korosi adalah tanin. Tanin mempunyai kemampuan membentuk senyawa kompleks karena memiliki unsur-unsur yang memiliki pasangan bebas yang berfungsi sebagai pendonor elektron terhadap logam Fe2+ yang berfungsi sebagai inhibitor. Dalam mengekstrak kulit buah manggis digunakan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol. Untuk menguji penurunan laju korosi digunakan sampel pipa baja yang sudah dipotong menjadi beberapa bagian lempengan, kemudian dilakukan metode coating pada pipa dan dilakukan perendaman menggunakan air formasi yang dilarutkan dalam inhibitor ekstraksi kulit buah manggis dalam berbagai variasi konsentrasi dan waktu perendaman. Setelah itu dilakukan perhitungan laju korosi dengan menggunakan metode kehilangan berat. Kemudian melakukan uji FTIR untuk mengetahui gugus fungsi. Proses perendaman menggunakan aquadest yang di larutkan dengan HCL hingga menjadi larutan asam PH 3. Variasi konsentrasi yang dilakukan yaitu 0%, 1%, 2%, 3%, 4% dan 5% dengan uji perendaman 5 hari dan 9 hari. Efisiensi terbaik dari inhibitor ekstrak kulit buah manggis terdapat pada variasi konssentrasi 2% di uji perendaman 5 hari dengan efisiensi sebesar 63%. Laju korosi akan semakin meningkat seiring bertambahnya waktu perendaman, ini ditandai dengan perendaman 5 hari terdapat laju korosi tertinggi sebesar 3,4733 mpy sedangkan pada perendaman 9 hari terdapat laju korosi tertinggi sebesar 3,8879 mpy.
No other version available