Art Original
Analisis Usaha Agroindustri Tahu Pada Usaha Maju Di Desa Gelanggang Kecamatan Barumun Kabupaten Padang Lawas Provinsi Sumatera Utara.
Analisis Usaha Agroindustri Tahu Pada Usaha Maju di Desa Gelanggang Kecamatan Barumun Kabupaten Padang Lawas Provinsi Sumatera Utara. Dibawah Bimbingan Bapak Khairizal, SP., M.M.A Produksi kedelai di Sumatera Utara terjadi penurunan yang membuat kedelai harus dikembangkan. Masalah penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) karakteristik pengusaha dan profil usaha (2) proses produksi, produksi, biaya produksi, pendapatan, efisiensi dan BEP, (3) nilai tambah usaha Agroindustri tahu di Desa Gelanggang Kecamatan Barumun Kabupaten Padang Lawas Provinsi Sumatera Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode survei di Desa Gelanggang Kecamatan Barumun Kabupaten Padang Lawas Provinsi Sumatera Utara yaitu usaha agroindustri tahu Usaha Maju, dilaksanakan pada bulan Februari sampai Juli 2022. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif, kuantitatif dan hayami. Hasil penelitian menunjukkan 1) umur pengusaha dan umur tenaga kerja termasuk dalam umur tidak produktif, tingkat pendidikan pengusaha dan tenaga kerja selama 12 tahun. Pengalaman usaha yang dimiliki pengusaha 36 tahun dan tenaga kerja 2 tahun. Jumlah tanggungan keluarga pengusaha yaitu 1 jiwa dan tanggungan keluarga tenaga kerja nol atau belum menikah. Skala usaha tergolong dalam usaha kecil, modal sepenuhnya bersumber dari modal pribadi yaitu Rp 150.000.000,-. 2) Jumlah penggunaan tenaga kerja sebanyak 2 orang. Penggunaan bahan baku sebanyak 150kg/proses produksi. Penggunaan bahan penunjang adalah asam cuka, kayu bakar, bensin dan listrik. Penggunaan tenaga kerja sebesar 1,23 HOK/proses produksi. Sedangkan teknologi yang digunakan pada usaha agroindustri tahu menggunakan teknologi semi modern yaitu menggunakan mesin blower untuk menjaga kestabilan api saat proses pemasakan. Produk yang dihasilkan adalah sebanyak 528 kg. Harga jual Rp 6.800/kg. Total biaya produksi dalam pengolahan agroindustri tahu adalah sebesar Rp 2.305.647 /proses produksi. Pendapatan kotor yang diterima pengusaha sebesar Rp 3.590.400/proses produksi dan pendapatan bersih sebesar Rp 1.284.753 /proses produksi. Efisiensi usaha agroindustri tahu Return Cost Rasio sebesar 1,55 dan Jumlah BEP Unit (Kg) adalah sebanyak 8,45 kg, BEP harga dalam rupiah Rp 4.791. 3) Jumlah nilai tambah yang diperoleh sebesar Rp 9.898/kg Rasio nilai tambah sebesar 41 % berarti bahwa setiap Rp 100 nilai output (tahu) mengandung nilai tambah sebesar Rp 41
No other version available