Art Original
Analisis Usahatani Dan Pemasaran Selada Sistem Hidroponik Dan Konvensional Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau
Usahatani selada bertujuan mengembangkan dan menjual produk selada hidroponik dan konvensional guna memenuhi permintaan yang terus meningkat. Kebutuhan pasar akan selada belum sepenuhnya terpenuhi oleh petani, sehingga diperlukan pengembangan usaha selada untuk mengatasi kondisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Karakteristik petani, pedagang, dan profil usahatani selada sistem hidroponik dan konvensional di Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau; 2) Usahatani selada sistem hidroponik dan konvensional di Kecamatan Seberida; 3) Pemasaran selada hidroponik dan konvensional di Kecamatan Seberida. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan data primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Umur rata-rata petani hidroponik 31,3 tahun, petani konvensional 58,4 tahun, dan pedagang 45,5 tahun; pendidikan petani hidroponik SMA, petani konvensional SD, dan pedagang SMA; pengalaman usaha petani hidroponik 7 tahun, petani konvensional 16 tahun, dan pedagang 11 tahun. 2) Usahatani hidroponik menggunakan sistem NFT dengan biaya Rp 6.400.233/MT dan pendapatan bersih Rp 6.649.767/MT (RCR 2,04). Usahatani konvensional mengeluarkan biaya Rp 2.923.575/MT dengan pendapatan bersih Rp 2.051.425/MT (RCR 1,70). 3) Pemasaran selada hidroponik melalui dua saluran: Petani-pedagang kebab-konsumen (efisiensi 2,50%, Farmer’s Share 75%) dan Petani-pedagang pengecer-konsumen (efisiensi 5,71%, Farmer’s Share 85,71%). Pemasaran selada konvensional melalui satu saluran: Petani-pedagang pengecerkonsumen (efisiensi 7,14%, Farmer’s Share 89,29%). Pedagang mendapatkan keuntungan lebih besar dibandingkan petani. Kebijakan pengembangan selada hidroponik dan konvensional di Kecamatan Seberida belum diterapkan secara maksimal.
No other version available