Art Original
Usahatani Dan Pemasaran Komoditi Unggulan Sektor Pertanian Tanaman Pangan Di Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau
Analisis Usahatani dan Pemasaran Komoditi Unggulan Sektor Pertanian Tanaman Pangan di Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau. dibawah bimbingan Bapak Dr.Ir Saipul Bahri, M. Ec pembimbing I dan Ibu Dr. Ir. Marliati, M.Si, sebagai Pembimbing II. Komoditi tanaman pangan unggulan di Kabupaten Kuantan Singingi yaitu padi. Produktivitas padi sawah di Kabupaten Kuantan Singingi masih rendah dibandingkan dengan produksi Nasional. Berdasarkan produktivitas tanaman padi yang menurun di Kabupaten Kuantan Singingi kemungkinan ada kaitannya dengan karakteristik petani, usahatani (rendahnya teknologi budidaya dan pascapanen) serta terbatasnya infrastruktur pertanian dan pemasaran, yang berdampak pula kepada rendahnya nilai tambah yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) Karakteristik petani dan profil usahatani komoditas unggulan tanaman pangan, (2) Usahatani komoditas unggulan tanaman pangan (3) Pemasaran komoditas unggulan tanaman pangan (4) Upaya pengembangan komoditas unggulan tanaman pangan. Penelitian menggunakan metode Survei yang bertempat di Kabupaten Kuantan singing. Penelitian dilakukan dari bulan Agustus 2023 sampai dengan April 2024. Responden penelitian terdiri dari petani dan Rice Milling (pedagang pengumpul). Hasil penelitian menunjukkan 1) Petani sudah tergolong tua, tingkat pendidikan rendah, rata-rata luas lahan garapan 3.651 m2, varietas padi yang diusahakan adalah: inpari 42, batang pariaman dan sokan 2) Penggunaan tenaga kerja berasal dari TKDK dan luar keluarga (TKLK). Pendapatan bersih usahatani padi sebesar Rp 86,19%. dengan nilai RCR= 1,70 garapan/MT, yang berarti usahatani padi sawah di Kabupaten Kuantan Singingi layak untuk dikembangkan. 3) Terdapat 2 saluran pemasaran padi di daerah penelitian, pertama: petani- Rice Milling - pedadang pengecer – konsumen dengan efesiensi pemasaran sebesar 18,23% dengan farmer?s Share 50%. Saluran kedua Petani -konsumen akhir. Dari alur pemasaran padi sawah di Kabupaten pengusaha Rice Milling mendapat keuntungan lebih besar dibandingkan petani dan konsumen akhir. 4). Upaya Pengebangan Usahatani yaitu dengan meningkatkan produksi dengan cara menggunakan teknologi modern dan pemasaran padi sebaiknya tidak ketergantungan kepada Rice Milling agar keuntungan yang diterima petani lebih besar.
No other version available