Art Original
Analisis Penurunan Pondasi Tiang Pancang Dengan Metode Analitis Dan Metode Elemen Hingga Pada Proyek Perluasan Terminal Bandara Sultan Syarif Kasim II
Penurunan pada bangunan adalah suatu hal yang umum terjadi karena sifat pemampatan tanah akibat beban di atasnya. Akan tetapi penurunan yang berlebihan atau melebihi penurunan yang diijinkan dapat menyebabkan kerusakan struktural pada bangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya penurunan pondasi tiang pancang tunggal dan kelompok,serta menghitung penurunan yang terjadi memenuhi penurunan ijin atau tidak, dan membandingkan hasil penurunan dengan uji Loading Test dan melihat metode mana yang paling efektif digunakan. Metode analisis yang digunakan merupakan metode kuantitatif pengumpulan data sekunder berupa data N-SPT, Struktur gambar dan data uji Loading Test. Penelitian ini menghitung ulang beban struktur berdasarkan SNI 1726-2019, kemudian menghitung penurunan tiang pancang tunggal dan kelompok dengan metode Vesic dan Mayerhof untuk metode Elemen Hingga menggunakan Plaxis 2D. Hasil dari penelitian ini menunjukkan perbandingan penurunan pondasi tiang pancang berdasarkan data N-SPT. Untuk penurunan titik pondasi tiang tunggal P67 menggunakan cara analitis untuk metode Vesic sebesar 21,279 mm dan metode Mayerhof sebesar 7,526 mm, serta MEH 2D untuk P.67 sebesar 7,03 mm .Hasil ini menunjukkan bahwa penurunan dengan metode analitis dan MEH 2D memenuhi penurunan yang diijinkan, MEH 2D memiliki nilai yang hampir mendekati dengan hasil penurunan dari uji Loading Test P67 sebesar 4,63 mm. Penurunan tiang kelompok yang terjadi pada titik pondasi untuk metode Vesic sebesar 57,255 mm dan metode Mayerhof sebesar 19,68 mm,serta MEH 2D sebesar 7,49 mm.
No other version available