Art Original
Analisa Kinerja Persimpangan Tanpa Lampu Lalu Lintas Di Bundaran Tugu Songket Melayu Pekanbaru ( Kasus Persimpangan : Jl.tuanku Tambusai-jl.sm.amin)
Masalah lalu lintas sering dijumpai di kota kota besar, contohnya kota Pekanbaru. Masalah kemacetan lalu lintas sering terjadi pada persimpangan jalan, khususnya pada persimpangan tanpa lampu lalu lintas, salah satunya persimpangan Jln.Tuanku Tambusai Ujung - Jln. SM.Amin Bundaran Tugu Songket Melayu Pekanbaru. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu semakin meningkatnya volume lalu lintas dan banyaknya para pengendara tidak mematuhi peratuaran lalu lintas. Menganalisa kapasitas dan tingkat kinerja suatu simpangan tidak bersinyal maka dilakukan data data dari lapangan, berupa data geometrik simpang (lebar tiap kaki simpang), jenis dan jumlah kendaraan yang melintasi persimpangan setelah dikalikan dengan angka kapasitas dari masing-masing kendaraan, sehingga diperoleh dalam satuan mobil penumpang (smp). Kemudian dihitung kapasitas dan tingkat kinerja persimpangan yang meliputi derajat kejenuhan, dan tundaan simpangan dengan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997). Hasil analisa yang diperoleh, nilai kapasitas (C) dari keempat hari pengamatan, nilai terbesar yaitu 3533,24 smp / jam pada hari Rabu, 12 Oktober pukul 16.0 –18.00 WIB, derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,563 pada hari Senin, 10 Oktober 2022 pukul 16.00 – 18.00 WIB, dan tundaan simpangan sebesar 10,175 det / smp pada hari Senin, 10 Oktober 2022 pukul 16.00 – 18.00 WIB. Maka diperoleh kapasitas pada persimpangan persimpangan Jln.Tuanku Tambusai Ujung-Jln SM.Amin Bundaran Tugu Songket Melayu Pekanbaru layak menampung volume lalu lintas, karena memiliki kapasitas dasar normal pada persimpangan.
No other version available