Art Original
Analisis Kelayakan Usaha Agroindustri Jamur Krispi Cemot Menggunakan Metode Konvesional Dan Syariah (hamdi’s Model) Di Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau
Analisis Kelayakan Usaha Agroindustri Jamur Krispi Cemot Menggunakan Metode Konvesional dan Syariah (Hamdi’s Model) Di Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Indragiri hulu Provinsi Riau, dibawah bimbingan Bapak Prof. Dr. Hamdi Agustin, SE., MM dan Bapak Dr. Fahrial, SP., SE., ME., CBD. Keberadaan agroindustri sangat penting bagi kemajuan dan kesejahteraan suatu daerah. Agroindustri mampu menyerap banyak tenaga kerja, meningkatkan pendapatan pelakunya, meningkatkan pendapatan daerah dan mampu memunculkan inovasi terbaru sehingga menguatkan daya saing. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dapat dikatakan berperan sebagai penyedia sarana pemerataan tingkat ekonomi rakyat kecil. Usaha kecil dan menengah merupakan salah satu hal penting untuk membangun perekonomian Negara maupun daerah. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui Kerakteristik Pelaku Usaha dan Karakter Usaha Agroindustri Jamur Krispi Cemot, (2) Untuk mengetahui Perkembangan pada usaha Agroindustri Jamur Krispi melalui aspek non Finansial, (3) Untuk mengetahui Kelayakan Usaha Agroindustri Jamur Krispi Cemot melaluiaspek finansial ( secara konvesional dan metode syariah/ Hamdi’s Models). Metode Penelitian ini adalah survey dan wawancara langsung dengan pemilik usaha. Tempat Penelitian di Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Indragiri Hulu. Penelitian dilakukan mulai Bulan Agustus sampai bulan Desember 2022. Hasil dari Penelitian 1) Analisis aspek keuangan berdasarkan konvensional NPV diperoleh nilai positif sebesar 690.196.281. 2) Profitability Index (PI) lebih dari 1 yaitu 5,674. 3) Dengan bunga atau biaya yang diisyaratkan sebesar 7% diperoleh IRR lebih tinggi yaitu 95,87%. 4) Net B/C diperoleh sebesar 1,98 lebih besar dari 1. 5) Gross B/C= 2 lebih besar dari 1. 6) revenue sharing dengan nisbah 60:40, revenue sharing lebih besar dari jumlah investasi. 7) profite sharing dengan nisbah 60:40, Artinya dengan modal sebesar Rp. 147.638.000,- dapat menghasilkan profite sharing sebesar Rp. 418.417.522. 8) Payback Period (PP) 1 Tahun 4 Bulan. Aspek Keuangan berdasarkan Metode Hamdi’s Model. 9) Perhitungan Gold Value Method (GVM) menunjukkan profit sharing 60:40 nilai pendapatan emas lebih besar dari jumlah investasi. Artinya dana sebesar Rp. 147.638.000,- atau 155,41 garam emas yang diinvestasikan selama 5 tahun dalam usaha agroindustri jamur krispi akan menghasilkan keuntungan berdasarkan nilai emas sebesar 370,02 gram.. 10) Gold Index (GI) =3,38. 11) Investasi Surplus Method ( ISM ) menunjukkan bahwa surplus investasi selama lima tahun sebesar 20,37 %. Berdasarkan hasil perhitungan NPV, PI, IRR, Net B/C, Gross B/C, revenue sharing, profite sharing, Payback Period, GVM, GI dan ISM menunjukan bahwa semua hasil pehitungan dalam katagori layak untuk dikembangkan. pp
No other version available