Art Original
Strategi Pengembangan Usahatani Padi Sawah Dengan Teknologi Jajar Legowo Di Kecamatan Kuala Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau
Permasalahan usahatani padi sawah di Kecamatan Kuala Cenaku memiliki antara
lain tingkat produktivitas dan produksi yang masih rendah, di pihak lain kebutuhan
berasterus meningkat, sehingga produksi yang ada belum mampu memenuhi
kebutuhan pasar. Oleh karena itu peningkatan produktivitas dan produksi harus
mendapatkan perhatian utama. Salah satu strategi yang dapat di terapkan adalah
memperbaiki teknik budidaya melalui pengembangan tanam jajar legowo yang
terbukti dapat meningkatkan produksi padi sawah. Penelitian bertujuan untuk 1).
Mengetahui karakteristik petani dan profil usahatani padi sawah teknologi jajar
legowo di Kecamatan Kuala Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu 2.) Mengetahui
penyediaan sarana produksi pada usahatani padi sawah teknologi jajar legowo di
Kecamatan Kuala Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu. 3). Menganalisis pendapatan
dan efisiensi usahatani padi sawah teknologi jajar legowo di Kecamatan Kuala
Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu. 4). Merekomendasikan strategi Pengembangan
Usahatani padi sawah dengan teknologi jajar legowo di Kecamatan Kuala Cenaku
Kabupaten Indragiri Hulu. Penelitian menggunakan metode Survey. di Kecamatan
Kuala Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu dengan menggunakan metode Multi Stage
Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Umur petani produktif antara
20-70 tahun, tingkat pendidikan petani yaitu SMP dengan pengalaman usahatani
yaitu 16 tahun, dengan jumlah anggota keluarga petani 4 jiwa. 2) Penyediaan sarana
produksi benih, obat-obatan dan peralatan sudah tepat, namun sarana produksi
pupuk dalam segi harga dan jumlah belum tepat, 3) Usahatani yang dilakukan
belum memenuhi SOP, rata-rata luas lahan petani 1,26 Ha, rata-rata penggunaan
benih masih berlebih, penggunaan pupuk masih dibawah dosis yang dianjurkan.
Penggunaan tenaga kerja berasal dari tenaga kerja luar keluarga (TKLK).
Pendapatan bersih petani sebesar Rp 11.958.219 Ha/MT. dengan Efisiensi RCR=
2,38 Ha/MT. RCR >1 yang berarti menguntungkan, yang berarti usahatani padi
sawah penerapan jajar egowo di Kecamatan Kuala Cenaku layak untuk
dikembangkan. 4) Kelembagaan penunjang pada usahatani padi sawah adalah
penyuluh pertanian yang sudah berperan dan berfungsi dengan baik untuk
meningkatkan pendapatan petani. 5) Strategi pengembangan padi sawah diperoleh
strategi SO yaitu memanfaatkan dukungan pemerintah dengan lahan sawah yang
masih tersedia untuk meningkatkan pengembangan padi sawah, proses pengelolaan
yang masih menggunakan cara tradisional, kualitas dan kuantitas padi sawah sangat
bergantung pada keadaan alam setempat yang berimbas pada perkembangan
produksi. Sedangkan faktor eksternal adalah Kurangnya sarana dan prasarana
pendukung
No other version available