Art Original
Analisis Kualitas Fisika-kimia Airtanah Dangkal Dan Pemetaan Intrusi Air Laut Di Desa Bagan Melibur, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau
Bagan Melibur merupakan salah satu daerah yang berbatasan langsung dengan Selat Asam. Daerah ini merupakan daerah yang padat penduduk, terdiri dari rawa yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut sehingga kemungkinan adanya intrsusi air laut menyebabkan airtanah menjadi payau dan bewarna coklat kemerahan. Namun, masyarakat masih menggunakan airtanah dangkal untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari padahal air yang layak digunakan harus memenuhi persyaratan tidak bewarna, tidak berasa, serta memenuhi persyaratan kimia lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran dan arah aliran airtanah dangkal, memetakan penyebaran kualitas airtanah dangkal di daerah penelitian berdasarkan parameter fisika dan kimia, memetakan kelayakan kualitas airtanah dangkal, dan memetakan intrusi air laut di daerah penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengambilan sampel di lapangan dan analisis laboratorium. Hasil pengukuran parameter fisika-kimia dibandingkan dengan Peraturan Menteri Kesehatan No.492/MENKES/PER/IV/ 2010 tentang standar kualitas air minum. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan warna airtanah di daerah penelitian jernih (13%), keruh (20%), kuning (7%), coklat (7%), dan coklat kemerahan (53%). Rasa airtanah di daerah penelitian tidak berasa (60%) dan payau (40%). TDS airtanah berkisar antara 64,3-3.598 mg/l. DHL airtanah berkisar 102,2-5.674 µS/cm. pH airtanah berkisar 6,43-7,01. Kesadahan airtanah berkisar 6,32-716 mg/l. Kadar Cl- airtanah berkisar 9,15-1.882 mg/l. Kadar HCO3- airtanah berkisar 0-165 mg/l. Kadar CO32- airtanah 0 mg/l. Menurut Permekes No.492/MENKES/PER/IV/2010, dari semua hasil parameter fisika dan kimia dapat diketahui semua sampel airtanah (100%) tidak memenuhi standar persyaratan sehingga airtanah dikategorikan tidak layak diminum. Analisis tingkat intrusi air laut menunjukkan 4 stasiun (27%) tidak terdapat pengaruh air asin, 3 stasiun (20%) terdapat pengaruh air asin kecil, 3 stasiun (27%) terdapat pengaruh air asin sedang, 2 stasiun (13%) terdapat pengaruh air asin besar, dan 3 stasiun (20%) terdapat pengaruh air asin sangat besar. Kata Kunci : Kualitas Fisika-Kimia, Airtanah Dangkal, Intrusi Air Laut, Bagan Melibur, Kepulauan Meranti.
No other version available