Art Original
Analisis Kinerja Simpang Empat Tidak Bersinyal (studi Kasus : Persimpangan Melati Jalan Garuda Sakti Km.2 Kota Pekanbaru)
ANALISIS KINERJA SIMPANG EMPAT TIDAK BERSINYAL (Studi Kasus : Persimpangan Melati Jalan Garuda Sakti Km.2 Kota Pekanbaru) DION TUKITA 193110425 ABSTRAK Persimpangan tidak bersinyal Melati Jalan Garuda Sakti Km.2 Kota Pekanbaru. Padatnya volume lalu lintas pada saat jam sibuk, menyebabkan tingginya derajat kejenuhan (DJ), tundaan simpang (T), dan panjang antrian pada simpang tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengindentifiksi karakteristik kecepatan kendaraan di tiap ruas jalan pada simpang, dan juga mengidentifikasi kinerja lalu lintas eksisting, untuk menerapkan alternatif solusi lalu lintas dan membandingkan saat kondisi eksisting dengan setelah dilakukan alternatif solusi. Teknik penelitian yang dilakukan adalah analisis dan survei langsung dilapangan selama 4 (empat) hari pada saat jam puncak, 2 (dua) hari weekday, 1 (satu) hari special day, dan 1 (satu) hari weekend. Data yang diambil dilapangan adalah kecepatan kendaraan, volume lalu lintas dan geometrik simpang yang akan diolah dan dianalisis dengan menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2023). Hasil analisa karakteristik kecepatan kendaraan tertinggi untuk Jalan Minor A KS 22,43 km/jam, MP 27,41 km/jam, SM 30,2 km/jam, Jalan Minor C KS 0 km/jam, MP 28,12 km/jam, SM 30,9 km/jam, Jalan Mayor B KS 23,45 km/jam, MP 22,48 km/jam, SM 29,49 km/jam, dan Jalan Mayor D KS 25,53 km/jam, MP 21,48 km/jam, SM 27,16 km/jam. Hasil analisa kinerja simpang eksisting diperoleh derajat kejenuhan (DJ) 0,86, nilai DJ simpang telah melewati batas standar oleh PKJI 2023, yaitu DJ ? 0,85. Alternatif solusi yang dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja simpang adalah melakukan pelebaran jalan mayor menjadi 6 m nilai DJ 0,77. Kata Kunci : Persimpangan, PKJI 2023, Derajat Kejenuhan, Alternatif Solusi
No other version available