Art Original
Analisis Usahatani Jeruk Di Desa Kuok Kecamatan Kuok Kabupaten Kamparprovinsi Riau
ABSTRAKREZA PRATAMA (174210513), Analisis Usahatani Jeruk Di Desa Kuok Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar Provinsi Riau Bimbingan Bapak Dr.Ir. Ujang Paman Ismail, M.,AgrLimau manis Kuok adalah sebuah nama yang disematkan oleh masyarakatterhadap jeruk (limau) yang dikembangkan di Kabupaten Kampar, Riau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : karakteristik petani dan profil usahatani jeruk di Desa Kuok Kabupaten Kampar Provinsi Riau, teknologi budidaya dan penggunaan faktor produksi usahatani jeruk, biaya, produksi, pendapatan , efisiensi dan BEP usahatani jeruk di Desa Kuok Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Penelitian dilakukan di kecamatan Kuok Kabupaten Kampar. Metode yang digunakan adalah metode survey. Karaketeristik petani jeruk siam menunjukkan bahwa rata-rata umur petani yaitu 45 tahun, hal tersebut menunjukkan bahwa petani termasuk dalam umur produktif. Rata-rata tingkat pendidikan petani yaitu SMA (9 tahun). petani jeruk siam mempunyai pengalaman berusahatani selama rata-rata 8 tahun. Tanggungan keluarga petani rata-rata 2 orang, berarti petani memiliki tanggungan keluarga yang kecil.Penerapan teknologi budidaya adalah kegiatan persiapan lahan, pemilihan bibit, pembibitan, penyisipan, pengendaian hama dan penyakit, panen dan pasca panen sudah mengikuti standar usahatani sementara kegiatan pengolahan lahan, pemupukan, pengairan, pengaturan cabang, dan pengurangan buah kurang sesuai dengan standar usahatani. Rata-rata luas lahan petani jeruk siam yaitu 0,1188 ha. Penggunaan tenaga kerja yang paling banyak digunakan adalah TKLK yaitu Rp garapan/periode produksi. Sarana produksi dibagi menjadi tiga yaitu bibit , pupuk, dan pestisida. Penggunaan pupuk terbanyak yaitu pupuk Kandang sebanyak 219kg/garapan/periode produksi. Penggunaan pestisida terbanyak adalah Furadansebanyak 4 kg/garapan/periode produksi. Total biaya pada usahatani jeruk siam yaitu Rp 3.204.023/garapan/periode produksi. Produksi usahatani jeruk siam yakni sebesar 616,5 kg/garapan/periode produksi. Adapun pendapatan kotor petani yaitu Rp 15.406.250 /garapan/periode produksi. Pendapatan bersih petani yaitu Rp 12.202.227 /garapan/periode produksi. Usahatani jeruk siam terbilang efisien dengan RCR 4,81. Untuk memperoleh titik impas dengan harga penjualan sebesar 25.000 maka pengusaha harus menjual sebanyak 19 Kg per hari dan Rp 482.189 per hari. Jika jumlah penjualan tidak sampai maka tidak akan menutup biaya produksi yang sudah dikeluarkan
No other version available