Art Original
Evaluasi Tugas Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan Dalam Pengelolaan Sampah Di Kota Pekanbaru
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Evaluasi Tugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Dalam Pengelolaan Sampah di Kota Pekanbaru. Tipe penelitian yang digunakan adalah deksriptif dengan metode kualitatif yakni penelitian yang berusaha menggambarkan objek atau subjek yang diteliti sesuai dengan apa adanya, serta menjelaskan tentang variabel dan indikator. Hasil penelitian mengenai Evaluasi Pengelolaan Sampah Oleh Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan Kota Pekanbaru dianalisis melalui enam indikator. Pertama Efektivitas bahwa DLHK dalam pengelolaan sampah di Kota Pekanbaru dalam pelaksaannya sudah sesuai dengan yang direncanakan akan tetapi pencapaian tujuan yang ditetapkan belum efektif atau terlaksana dengan baik. Kedua Efisiensi bahwa pembiayaan pengelolaan sampah belum efisien dilakukan, karena anggaran yang cukup besar belum mampu mengatasi permasalahan sampah di Kota Pekanbaru. Ketiga kecukupan terhadap ketersediaan sarana dan prasarana dalam pengelolaan sampah Kota Pekanbaru yang dimiliki DLHK belum memadai. Keempat pemerataan TPS belum dilakukan dengan maksimal oleh DLHK, karena masyarakat yang tidak maumelepaskan tanah mereka di jadikan sebagai TPS. Kelima responsivitas DLHK dalam menghadapi keluhan masyarakat terkait dengan persoalan persampahan terlaksana dengan baik dengan menyediakan layanan call center. Keenam Ketepatan bahwa ketepatan dalam pengelolaan sampah yang dilakukan oleh DLHK Kota Pekanbaru terkait dalam hal waktu telah direncanakan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Adapun faktor penghambatnya adalah Masih kurang ketersediaan tempat kapasitas TPS sehingga dengan cepatnya tempat TPS penuh; Masih banyak pemungutan anggaran kepada masyarakat yang tidak sesuai dengan yang telah ditetapkan dan juga dengan kecukupan area persampahannya kurang untuk membuang sampah; Dalam pemanfaatan anggaran juga merupakan salah satu faktor pendukung keberhasilan, tanpa adanya dukungan anggaran tidak dapat berjalan lancar; Kurangnya partisipasi masyarakat dan pemahaman diri dalam menjaga penanganan sampah; Kurangnya tanggapan masyarakat terhadap sampah dan kurangnya kesadaran diri masyarakat dalam menangani sampah disekitar; dan Ketersediaan TPS yang kurang dan juga terdapat peningkatan dalam jumlah volume sampah disetiap tahunnya.
No other version available