Art Original
Kontrol Diri Sebagai Moderator Dari Pengaruh Fear Of Missing Out (fomo) Terhadap Pembelian Impulsif Pada Pegawai Honorer Di Kabupaten Kuantan Singingi
Pada saat ini, individu yang telah mencapai kemandirian secara finansial dapat mendorong individu menjadi lebih konsumtif. Pola hidup konsumtif dapat menyebabkan individu tidak memiliki pertimbangan dan hanya mengikuti dorongan emosional saat membuat keputusan untuk membeli. Salah satu tanda individu yang mengalami perilaku konsumtif yaitu terjadinya perilaku pembelian impulsif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh fear of missing out (FOMO) terhadap pembelian impulsif, bagaimana pengaruh kontrol diri terhadap pembelian impulsif dan bagaimana kontrol diri menjadi moderator antara pengaruh fear of missing out (FOMO) terhadap pembelian impulsif. Populasi pada penelitian ini adalah pegawai honorer yang bekerja di Kabupaten Kuantan Singingi dengan jumlah sampel sebanyak 355 orang. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini ialah dengan menggunakan skala pembelian impulsif, fear of missing out scale dan brief self-control scale. Hipotesis diuji dengan metode analisis jalur Structural Equation Model (SEM) dengan metode Partial Least Square (PLS). Hasil analisis menunjukkan bahwa FOMO memiliki pengaruh positif secara signifikan terhadap pembelian impulsif dengan nilai t- statistic 7,950 > 1,67 yang artinya ketika fear of missing out (FOMO) meningkat maka perilaku pembelian impulsif juga akan meningkat, kemudian kontrol diri memiliki pengaruh negatif secara signifikan terhadap pembelian impulsif dengan nilai t-statistic 8,359 > 1,67 yang artinya ketika kontrol diri meningkat maka perilaku pembelian impulsifnya akan menurun. dan kontrol diri mampu memoderasi pengaruh fear of missing out (FOMO) terhadap pembelian impulsif dengan nilai t-statistic 2,399 > 1,67 yang artinya peran kontrol diri dapat memperkuat pengaruh fear of missing out (FOMO) terhadap pembelian impulsif.
No other version available