Art Original
Analisis Pengaruh Injeksi Surfaktan Dan Polimer Pada Permeabilitas Reservoir Karbonat Di Lapangan Q
Sebagian besar cadangan hidrokarbon saat ini terdapat dalam reservoir karbonat. Reservoir karbonat biasanya memiliki permeabilitas rendah dan sedikit pori. Kedua karakteristik ini serta sifat batuan dan minyak biasanya mengakibatkan tingkat perolehan hidrokarbon yang lebih rendah. Teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produksi minyak dengan mengangkat cadangan minyak yang sebelumnya tidak bisa diproduksi. Secara umum untuk menentukan keberhasilan proses Chemical EOR perlu dilakukan rangkaian uji screening chemical untuk mengetahui kesesuain antara chemical yang digunakan dengan fluida reservoir dan juga dengan batuan reservoir. Maka dari itu, perlu dilakukan uji screening untuk melihat pengaruh injeksi chemical pada reservoir karbonat lapangan Q yang memiliki permeabilitas rendah. Pada penelitian ini yang akan dilakukan adalah uji injektifitas chemical berupa Surfaktan 0.8% Sulfonated dan 800 ppm Polimer Hydrolyzed polyacrylamide dengan monomer ATBS untuk mengetahui ada atau tidaknya penurunan permeabilitas batuan karena adanya interaksi dengan chemical tersebut. Penenurunan permeabilitas ini bisa disebabkan adanya plugging akibat injeksi chemical. Menggunakan persamaan Residual Resistance Factor (RRF). Berdasarkan hasil pengujian didapatkan nilai RRF sebesar 2,19 untuk surfaktan dan 2,91 untuk polimer. Yang mana standar API untuk nilai RRF yang rekomendasikan < 3.
No other version available