Art Original
Analisis Tepat Guna Lahan Pada Pembangunan Gedung Riau Creative Hub Berdasarkan Green Building Council Indonesia
Pemanasan global merupakan isu lingkungan global yang mempengaruhi banyak negara, termasuk Indonesia, yang dapat dilihat melalui fenomena seperti kekeringan, kebakaran hutan, rusaknya ekosistem, dan mencairnya es di kutub. Faktor utama penyebab pemanasan global meliputi degradasi lingkungan, pemborosan energi, dan polusi udara. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah penerapan konsep Green Building, yang bertujuan untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan menciptakan dampak positif sepanjang siklus hidup bangunan. Green Building di Indonesia, disertifikasi oleh Green Building Council Indonesia (GBCI) dengan salah satu kriteria penilaian, yaitu Tepat Guna Lahan (Appropriate Site Development/ASD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konsep Green Building pada Gedung Riau Creative Hub di Pekanbaru, khususnya dalam aspek Tepat Guna Lahan. Melalui analisis penilaian Greenship New Building Versi 1.2, penelitian ini juga menghitung persentase penerapan kriteria Green Building pada gedung tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gedung Riau Creative Hub telah menerapkan konsep Green Building dalam aspek Tepat Guna Lahan, di karenakan Pada Gedung Riau Creative Hub sendiri sudah menerapkan Kriteria Persyaratan dan beberapa point dari 7 kriteria kredit sesuai penilaian greenship. Untuk persentase gedung Riau Creative Hub mendapatkan 41,17%, persentase tersebut di dapat dengan memperoleh 7 poin dari 17 poin maksimal pada kriteria Tepat Guna Lahan. Kriteria yang memenuhi meliputi Site Selection, Community Accessibility, Public Transportation, dan Site Landscaping. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai upaya gedung tersebut dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pengelolaan lahan yang ramah lingkungan
No other version available