Art Original
Studi Analisis Kebijakan Teknis Rekayasa Jalur Lalu Lintas Pada Ruas Jalan Riau Di Kota Pekanbaru
Kebijakan teknis rekayasa jalur lalu lintas merupakan upaya untuk mengurai kemacetan di ruas Jalan Riau yang direncanakan oleh Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, yaitu menerapkan arus lalu lintas di Jalan Riau satu arah dari Timur ke Barat, dan sebaliknya menggunakan jalan alternatif yakni Jalan Kayu Manis, Jalan Pemuda dan Jalan Kulim. Rencana jalan satu arah ini mengakibatkan adanya kekhawatiran limpasan arus lalu lintas yang akan masuk kedalam jalan alternatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kinerja eksisting ruas Jalan Riau dan hasil dari kebijakan rekayasa jalur lalu lintas pada ruas Jalan Riau. Metode penelitian ini adalah metode survei dan analisa menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja eksisting ruas Jalan Riau diperoleh DS sebesar 0,92 di hari sibuk dan 0,78 di hari tidak sibuk. Jalan Kayu Manis sebesar 0,76 dan 0,46. Jalan Pemuda sebesar 0,68 dan 0,50. Jalan Kulim sebesar 0,71 dan 0,56. Setelah dilakukan skenario 1 pada ruas Jalan Riau diperoleh DS sebesar 0,51 di hari sibuk dan 0,42 di hari tidak sibuk, sedangkan pada skenario 2 sebesar 0,56 dan 0,40. Jalan Kayu Manis pada skenario 1 sebesar 1,38 dan 0,97, sedangkan skenario 2 sebesar 1,43 dan 0,99. Jalan Pemuda pada skenario 1 sebesar 1,74 dan 1,32, skenario 2 sebesar 1,74 dan 1,34. Jalan Kulim pada skenario 1 sebesar 1,33 dan 1,09, sedangkan skenario 2 sebesar 1,38 dan 1,09. Hal ini menunjukkan terjadinya peningkatan kinerja ruas Jalan Riau setelah dilakukan skenario 1 dan 2, namun akibatnya jalan alternatif menjadi macet parah karena tidak mampu menampung arus limpasan dari Jalan Riau. Solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah ini adalah dengan melakukan pelebaran jalan pada ruas Jalan Riau.
No other version available