Studi Penerapan Ekstrak Daun Jambu Biji Sebagai Inhibitor Dalam Penanganan Korosi Di Pipa Salur Minyak Bumi
Salah satu permasalahan yang sering terjadi pada industri migas adalah korosi. Terjadinya korosi pada pipa salur industri minyak dan gas bumi akan menyebabkan berkurangnya kualitas besi, robohnya kontruksi, dan mengganggu aliran laju fluida pada pipa salur yang menyebabkan leaking. Untuk menanggulangi korosi tersebut dapat dilakukan dengan metode coating. Metode coating dapat dilakukan dengan menggunakan dua cara yaitu dengan inhibitor organik dan inhibitor anorganik. Inhibitor anorganik memiliki sifat beracun, nonbiodigradable dan tidak ramah terhadap lingkungan, oleh karena itu pada saat ini dikembangkan inhibitor organik untuk mengatasi permasalahan korosi. Pada penelitian ini inhibitor organik yang digunakan adalah berasal dari ekstrak daun jambu biji karena daun jambu biji memiliki senyawa tanin yang dapat membantu memperlambat reaksi antara oksigen dengan logam besi dalam membentuk korosi. Metode yang digunakan metode maserasi dengan penambahan etanol dan selanjutnya dilakukan pengujian menggunakan alat Spektrofotometri uv-vis untuk mengidentifikasi persentase kandungan tannin pada daun jambu biji. Untuk menghitung laju korosi dihitung menggunakan metode Weight loss dengan variasi volume inhibitor 3 ml, 6 ml, 9 ml, dan 12 ml pada variasi waktu 48 jam, 96 jam, dan 144 jam untuk megetahui pengaruh dari inhibitor ekstrak daun jmabu biji terhadap laju korosi dan efisiensi inhibitor. Pada penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwasannya inhibitor ekstrak daun jambu biji berpengeruh terhadap laju korosi dan efisiensinya dimana laju korosi terendah terdapat pada waktu perendaman 48 jam sebesar 4,41 mm/y dengan efisiensi inhibitor yaitu 31,6%, laju korosi terendah pada waktu perendaman 96 jam sebesar 2,09 mm/y dengan efisiensi inhibitor yaitu 56,2%, dan laju korosi terendah pada waktu perendaman 144 jam sebesar 1,68 mm/y dengan efisiensi inhibitor sebesar 51%.
No other version available