Art Original
Analisa Resiko Pada Pekerjaan Pembangunan Dua Jalur Jalan Raya Perawang Kabupaten Siak
Manajemen risiko sangat penting dalam setiap proyek konstruksi untuk mencegah kerugian biaya, mutu dan jadwal proyek. Risiko mempengaruhi kinerja waktu, menyebabkan keterlambatan pekerjaan proyek konstruksi dan secara langsung merugikan pemilik proyek dan kontraktor. Manajemen risiko pada proyek-proyek pembangunan jalan sudah mulai dilakukan, meskipun pada umumnya masih sangat terbatas pada aspek ekonomi dan pendanaannya. Dalam hal ini tentunya tidak cukup, para pelaku dalam proyek jalan harus mampu menerapkan manajemen risiko dalam semua aspek proyek, termasuk risiko pada tahap konstruksi. Adapun risiko secara garis besar seperti ketepatan pengadaan material, ketepatan jadwal, ketepatan biaya dan kualitas mutu konstruksi. Oleh karena itu dibutuhkan kajian lebih lanjut mengenai identifikasi dan analisa risiko pada proyek jalan khususnya pada pelaksanaan Konstruksi Dua Jalur Jalan Raya Perawang Kabupaten Siak pada sta.0+000 s/d 1+036. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi risiko, menentukan tingkat risiko (Low-Medium-High), dan untuk mengetahui respon risiko yang tepat pada pelaksanaan Konstruksi Dua Jalur Jalan Raya Perawang Kabupaten Siak. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menganalisa data probabilitas serta dampak terhadap biaya dan waktu menggunakan bantuan Software SPSS yang selanjutnya diperhitungkan dengan menggunakan metode Severity Index, selanjutnya hasil akan diplot kedalam Matrrix Probabilitas dan Dampak untuk mengkategorikan seluruh variable risiko. Hasil penelitian dari identifikasi dan analisa risiko adalah terdapat 18 variabel risiko yang valid dengan variabel risiko terbagi kedalam 6 kelompok. Serta diperoleh 10 risiko termasuk kedalam tingkat risiko Medium dan 10 risiko termasuk kedalam tingkat risiko High yang berpengaruh terhadap biaya, serta terdapat 14 risiko termasuk kedalam tingkat risiko Medium dan 6 risiko termasuk kedalam tingkat risiko High yang berpengaruh terhadap waktu. Risiko yang dominan terjadi pada aspek biaya adalah yang berkaitan dengan material, baik karna adanya keterlambatan pengiriman material, kehilangan material, material yang kurang memenuhi syarat maupun pengiriman volume material dengan jumlah yang tidak tepat. Respon dari pihak kontraktor adalah dengan meminimalisir penyebab tersebut dengan melakukan pegawasan atau melakukan supervisi material secara langsung dengan pengawalan yang lebih ketat. Sedangkan risiko yang dominan terjadi pada aspek waktu adalah kurangnya koordinasi dan kontrol dalam tim saat pelaksanaan pekerjaan Konstruksi Dua Jalur Jalan Raya Perawang Kabupaten Siak, sehingga menimbulkan keterlambatan dalam penyelesaian pelaksanaan proyek.
No other version available