Art Original
Pelaksanaan Pembinaan Narapidana Anak Di Lembagapembinaan Khusus Anak Kelas Ii Pekanbaru
ABSTRAK Berdasarkan tabel diatas menunjukkan mayoritas anak yang terdapat di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Pekanbaru(LPKA) adalah anak yang tidak sekolah sebanyak 39orang, anak yang pendidikan terakhir SD sebanyak 41orang, anak yang pendidikan terakhir SMP sebanyak 31orang dan anak yang pendidikan terakhir SMA sebanyak 2orang. Berdasarkan hal-hal yangtelah penulisuraikan dalam latar belakangmasalahtersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Pelaksanaan Pembinaan Narapidana Anak Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas IIPekanbaru. Dari uraian diatas, maka penulis merumuskan pokok masalah yang akandibahas dan dikembangkan lebih lanjut dalam penelitian ini yaitu sebagai berikutBagaimana Pelaksanaan Pembinaan Narapidana Anak Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas IIPekanbarudan Apa Kendala Saat Pelaksanaan Pembinaan Narapidana Anak Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas IIPekanbaru. Jenis Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian ObservationalResearchatau penelitian yang melalui sistem survei yakni dengam cara wawancara dan pengamatan langsung turun ke lapangan.Sifat penelitian termasuk kategori Deskriptif Analitis, bertujuan memberikan gambaran menyeluruh mengenai objek yang diteliti dengan menggunakan data atau sampel yang dikumpulkan. penulis mendapatkan informasi sah dan tepat sebagai data penunjang dalam melakukan penelitian inidi Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Pekanbaru beralamat di JalanPermasyarakatan, Rumbai Bukit, Rumbai,KotaPekanbaru, Riau 28264. Dari hasil wawancara penulis bersama Bapak Asdeko PutraS.ESelaku Kepala Sub Seksi Pendidikan dan Bimbingan Kemasyarakatan (Bimkemas) di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Pekanbaru, Pelaksanaan Pembinaan Narapidana Anak Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Pekanbarusalah satu nya pembinaan kerohanian dan pembinaan kepribadian. Pembinaan kerohanian lebih ke kegiatan keagamaan, pendidikan jasmani dan pendidikan non formal. Sedangkan Pembinaan kepribadian lebih mengembangkan skill pada nak tersebut. Sedangkan kerohanian lebih ke kegiatan keagamaan, pendidikan jasmani dan pendidikan non formal.
No other version available