Art Original
Resiliensi Orang Tua Yang Memiliki Anak Dengan Autism Spectrum Disorder
Autism spectrum disorder adalah gangguan perkembangan yang ditandai oleh kesulitan dalam komunikasi, baik verbal maupun non-verbal, serta interaksi sosial yang bermasalah. Orang tua yang memiliki anak dengan autism spectrum disorder sering kali mengalami perjalanan emosional yang panjang dan kompleks, dimulai dari rasa terkejut (shock), kesedihan mendalam, hingga menyalahkan diri sendiri dan Tuhan. Proses ini dapat menyebabkan penurunan pertahanan diri mereka dan mengakibatkan rendahnya resiliensi dalam menghadapi situasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti resiliensi orang tua yang memiliki anak dengan autism spectrum disorder. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi langsung, kemudian dianalisis menggunakan model analisis Creswell. Penelitian ini melibatkan dua informan, yaitu orang tua dari anak dengan autism spectrum disorder, yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling dengan karakteristik khusus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua informan melalui berbagai tahap proses emosional dan adaptasi. Pertama informan melalui masa-masa sulit seperti penolakan dan mengalami berbagai emosi negatif. Kedua mencoba beradaptasi dengan kesehariannya. Ketiga informan mulai menerima permasalahan pada anak, dan keempat informan mengalami perubahan di dalam dirinya dan memiliki perencanaan untuk masa depannya. Kemudian kedua informan memiliki tingkat resiliensi yang baik dan terbukti dari ketujuh aspek resiliensi yang terjawab dan kedua informan dapat memotivasi diri sendiri dan menerima keadaan anak informan.
No other version available