Art Original
Self Compassion Pada Ibu Yang Memiliki Anak Autisme
SELF COMPASSION PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK AUTISME DWI APRILIDA 208110104 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS ISLAM RIAU ABSTRAK Menjadi ibu sering dianggap sebagai puncak kebahagiaan dan peran penting dalam kehidupan seorang perempuan. Saat melahirkan, muncul harapan melahirkan anak yang memiliki kelebihan, cantik, atau pandai. Namun, bagaimana perasaan orang tua jika anak yang ditunggu didiagnosa dengan gangguan perkembangan seperti autism spectrum disorder atau autisme. Autisme merupakan gejala pada masa kanak-kanak yang melibatkan keterlambatan perkembangan Bahasa, dan aktivitas sehari-hari. Merawat anak berkebutuhan khusus berbeda dengan merawat anak normal. Ketidakmampuan anak autisme menjalankan aktivitas sehari-hari dan mengungkapkan perasaan dapat menyebabkan stres dalam pengasuhan. Oleh karena itu, ibu yang memiliki anak autisme harus mampu memahami dan merawat diri sendiri dengan penuh kasih sayang. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti self?compassion ibu yang memiliki anak autisme. Metode penelitian yang digunakan melibatkan wawancara mendalam dan observasi langsung, kemudian dianalisis menggunakan Creswell. Penelitian ini melibatkan dua informan, ibu yang memiliki anak autisme, dipilih menggunakan purposive sampling dengan karakteristik khusus. Self-compassion membantu ibu mengelola stres dan menjaga kesejahteraan emosional. Dengan self-kindness, mereka memberikan ruang dan waktu untuk diri sendiri, serta memiliki kesadaran tinggi terhadap kondisi emosi dan pikiran. Dukungan sosial dan aktivitas fisik menjadi cara efektif dalam mengelola stres. Pendekatan yang mengutamakan belas kasihan pada diri sendiri memungkinkan mereka menjaga keseimbangan antara memberikan perhatian kepada anak dan memenuhi kebutuhan emosional diri sendiri.
No other version available