Art Original
Interaksi Sosial Pada Anak Autisme Di Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus
Manusia merupakan makhluk sosial yang saling berhubungan secara timbal balik. Dalam DSM-V dijelaskan bahwa ASD ini merupakan gangguan syaraf, ditandai dengan defisit yang konsisten dalam komunikasi sosial dan interaksi sosial serta dalam berbagai konteks seperti pola perilaku, minat, atau aktivitas yang terbatas dan berulang. Individu penyandang autisme memiliki permasalahan dalam interaksi sosialnya. Kemampuan interaksi sosial penyandang autisme tidak sama seperti anak normal lainnya, dengan kata lain, penyandang autisme tidak dapat melakukan interaksi sosial secara normal. Penyandang autisme tidak dapat menunjukkan ekspresi wajah, kontak mata, gerakan tubuh atau gerakan relevan sesuai dengan topik pembicaraan, hal ini mengakibatkan penyandang autisme tidak mampu untuk membangun interaksi sosial dengan orang lain. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bentuk-bentuk interaksi soial dan faktor yang mempengaruhi interaksi sosial pada anak autisme di sekolah anak berkebutuhan khusus. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi, serta dokumentasi sebagai penguat data. Informan dalam penelitian ini berjumlah dua orang yang merupakan guru yang mengajar anak autisme di sekolah anak berkebutuhan khusus, dan partisipan dalam penelitian ini berjumlah dua orang yang merupakan siswa penyandang autisme di sekolah anak berkebutuhan khusus. Informan dan partisipan dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kedua partisipan memiliki bentuk interaksi sosial berupa interaksi sosial asosiatif dimana kedua partisipan memiliki interaksi sosial yang menunjukkan persatuan, persamaan, dan interaksi yang baik tanpa menimbulkan konflik atau pertikaian, dan faktor yang mempengaruhi interaksi sosial yaitu berupa imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, dan empati dari masing-masing partisipan. Kata kunci: Interaksi Sosial, Autisme, Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus, Interaksi Sosial Asosiatif, Interaksi Sosial Disosiatif
No other version available