Art Original
Strategi Pengembangan Usaha Pembenihan Ikan Patin Di Kecamatan Xiii Koto Kampar Kabupaten Kampar Provinsi Riau
NANANG KUSWENDI (194221003). Strategi Pengembangan Usaha Pembenihan Ikan Patin Di Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Bimbingan Bapak Dr. Ir. Ujang Paman Ismail, M.Agr dan Bapak Dr. Fahrial, SP.,SE.,ME Usaha pembenihan dan pembesaran ikan patin adalah suatu andalan kegiatan budidaya air tawar di Provinsi Riau, khususnya Kabupaten Kampar. Kegiatan pembenihan ikan patin di Kabupaten Kampar pada awalnya dilakukan oleh petani untuk memenuhi kebutuhan sendiri untuk kegiatan pembesaran ikan patin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) Karakteristik petani dan profil usaha, 2) Usaha pembenihan Ikan Patin, 3) Strategi pengembangan usaha ikan patin. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar dari Desember 2022 sampai dengan Juni 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif, kuantitatif, analisis statistik dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Karakteristik petani berdasarkan rata-rata umur berada pada usia produktif yaitu 39,71 tahun, rata-rata tingkat pendidikan yaitu 15,29 tahun (setara S1), rata-rata pengalaman berusahatani yaitu 6,43 tahun dan rata-rata jumlah tanggungan keluarga yaitu 2 jiwa. Profil usahatani berdasarkan rata-rata luas lahan 0,56 Ha dengan status kepemilikan lahan adalah milik sendiri. Tenaga kerja merupakan tenaga kerja luar keluarga dengan rata-rata jumlah tenaga kerja sebanyak 3 orang. Rata-rata jumlah modal yang dimiliki oleh petani adalah Rp. 14.857.142,86 dengan sumber modal berasal dari modal sendiri. 2) Teknologi budidaya pembenihan ikan patin sudah sesuai anjuran. Penggunaan faktor produksi oleh petani terdiri dari penggunaan bibit (larva) rata-rata sebesar 607.142,86 Ekor/Periode Produksi, pakan artemia rata-rata sebesar 1,21 Kg/Periode Produksi, pakan cacing sutra rata-rata sebesar 136,48 Kg/Periode Produksi, pakan pelet rata-rata sebesar 32,86 Kg/Periode Produksi. Penggunaan tenaga kerja rata-rata sebesar 96 HOK/Periode Produksi. Total biaya produksi yang dikeluarkan petani rata-rata sebesar Rp. 51.993.807,94/Periode Produksi. Jumlah produksi rata-rata sebesar 503.571,43 Ekor/Periode Produksi. Pendapatan kotor rata-rata sebesar Rp. 80.571.428,57/Periode Produksi dan pendapatan bersih rata-rata sebesar Rp. 28.577.620,63/Periode Produksi. Efisiensi usahatani pembenihan ikan patin adalah sebesar 1,55/Periode Produksi. RCR > 1, berarti usaha pembenihan ikan patin sudah efisiensi dan menguntungkan. 3) Hasil analisis SWOT adalah pengembangan kawasan pembenihan ikan patin, meningkatkan kapasitas produksi, memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menghasilkan benih yang lebih berkualitas, memperluas jaringan pemasaran dengan penetrasi pasar, peningkatan penguasaan teknologi dan manajemen usaha pembenihan ikan patin.
No other version available