Art Original
Analisis Pekerjaan Reperforate Pada Sumur X Lapangan Y Pt Spr Langgak
Permasalahan yang sering dijumpai pada sumur yang telah diproduksi sangat lama diantaranya ialah penurunan produksi minyak, akibat terproduksinya air dalam jumlah banyak. Semakin lama sumur diproduksi maka air akan mendekat, bahkan mencapai zona perforasi. Sumur X awalnya memiliki 3 zona perforasi yaitu pada interval 1223 ft – 1231 ft, 1250 ft – 1258 ft dan 1291 ft – 1294 ft, setelah beroperasi sangat lama sumur X mengalami permasalahan tingginya nilai water cut yang diidentifikasi terjadi karena penunurunan kualitas bonding cement. Diantara cara untuk meningkatkan kembali produksi minyak ialah penyemenan zona air disekitar perforasi, setelahnya dilakukan reperforasi untuk memperbaiki jalur produksi antara minyak dengan air. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan workover reperforasi maka dilakukan perhitungan PI dan IPR sumur X sebelum dan sesudah workover dengan menggunakan metode Wiggins dan evaluasi hasil cementing dan interval perforasi mengunakan log CBL, log gamma ray dan CCL pada sumur X. Reperforasi pada sumur X hanya dilakukan pada dua interval yaitu kedalaman 1223 ft – 1231 ft dan 1250 ft – 1258 ft, sedangkan pada interval 1291 ft – 1294 ft dilakukan penutupan interval perforasi karena terindikasi tidak lagi produktif. Berdasarkan hasil dari penelitian ini sumur X memiliki laju alir 86,129 BFPD dengan PI 0,176 bpd/psi sebelum workover, kemudian dilakukan workover perbaikan kualitas bonding cement menunjukkan hasil bahwa ikatan semen pada sumur X telah bernilai good bonding yang berdasarkan dari hasil pembacaan log CBL, setelah dilakukan reperforasi sumur X mengalami peningkatan laju alir 1848,316 BFPD dengan PI sebesar 5,58 bpd/psi. Permasalahan water cut pada sumur X yang sebelumnya mencapai 99,32% dengan jumlah produksi minyak 0,44 BOPD, mengalami penurunan water cut menjadi 99% dengan peningkatan produksi minyak sebesar 7,13 BOPD.
No other version available