Art Original
Studi Awal Potensi Ekstrak Saponin Daun Sengon (albizia Falcataria) Sebagai Surfaktan Alternatif Pada Metode Peningkatan Perolehan Minyak
Surfaktan merupakan senyawa aktif yang mempunyai struktur amphifilik, yang terdiri dari gugus hidrofilik dan lipofilik yang dapat menurunkan tegangan permukaan antara dua fase yang berbeda, yaitu minyak dan air, sehingga dapat dimanfaatkan dalam proses EOR. Salah satu bahan alam yang dapat digunakan untuk menjadi surfaktan alami (biosurfaktan) adalah daun sengon. Pada daun sengon terdapat suatu glikosida yaitu saponin. Struktur kimia saponin merupakan glikosida yang tersusun atas glikon dan aglikon. Bagian glikon terdiri dari gugus gula seperti glukosa, fruktosa, dan jenis gula lainnya. Oleh karena itu membuat saponin bisa berfungsi sebagai surfaktan. Proses pembuatan ekstrak dilakukan dengan cara ekstraksi maserasi. Kemudian dilakukan pengujian karakteristik terhadap ekstrak tersebut. Pengujiannya meliputi pengujian Densitas, uji nilai viskositas, uji pH, dan Uji Kompatibilitas. Pengujian ini dilakukan pada skenario konsentrasi (0.1 %; 0.3%; 0.5%, 0.7%, dan 1%) terhadap brine 15,000 ppm dengan variasi pada temperatur ruangan dan temperatur standar sebesar 60?C. Berdasarkan pengujian karakteristik yang telah dilakukan, diperoleh densitas sebesar 1.2 gr/cm3 , viskositas sebesar 1.52 cP dan pH asam 6.3. Berdasarkan hasil pengujian karakteristik tersebut biosurfaktan dari ekstrak saponin daun sengon memenuhi screening awal surfaktan alternatif. Sedangkan dalam pengujian kompatibilitas dalam beberapa skenario didapatkan hasil bahwa seluruh skenario memenuhi syarat kompatibel. Namun konsentrasi yang paling kompatibel pada 0.1%.
No other version available