Art Original
Adaptasi Dan Antisipasi Masyarakat Terhadap Pengembangan Kawasan Peruntukan Industri Di Kecamatan Tambang
Pembangunan daerah bertujuan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Salah satu pendorong pembangunan adalah meningkatkan sektor industri. Kawasan Peruntukan Industri (KPI) adalah salah satu strategi untuk mencapai visi kepala daerah dengan cara menetapkan bentangan lahan yang diperuntukkan bagi kegiatan Industri berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dengan adanya KPI ini menimbulkan dampak positif maupun negatif bagi masyarakatnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana adaptasi dan antisipasi masyarakat terhadap pengembangan kawasan peruntukan industri. Metode yang digunakan yaitu wawancara dengan masyarakatnya, sehingga hasil analisis nya yaitu masyarakat belum bisa beradaptasi dan belum bisa mengantisipasi KPI di Kecamatan Tambang dikarenakan masih banyak masyarakat yang belum mengetahui apa itu KPI dan bagaimana cara untuk beradaptasi dan mengantisipasi, serta belum adanya sosialisasi yang dilakukan pemerintah maupun kepala desa terkait adanya kawasan peruntukan industri tersebut. Masyarakat Kecamatan Tambang yang mampu beradaptasi pada dampak ekonomi sebesar 47,60% dan masayarakat yang tidak mampu beradaptasi sebesar 51,80%. Masyarakat yang mampu mengantisipasi KPI sebesar 34,85% dan masyarakat yang tidak mampu mengantisipasi sebesar 65,27%. Sedangkan masyarakat yang tidak mampu beradaptasi pada dampak sosial sebesar 48,60% dan masyarakat yang tidak mampu beradaptasi sebesar 54,80% serta masyarakat yang mampu mengantisipasi KPI sebesar 43,84% dan masyarakat yang tidak mampu mengantisipasi sebesar 54.08%. Artinya secara umum masyarakat Kecamatan Tambang belum bisa beradaptasi dan mengantisipasi adanya pengembangan kawasan peruntukan industri (KPI).
No other version available